LOADING

Type to search

Kapolres Bima Tegaskan Pengamanan Aksi Demonstrasi Sudah Sesuai SOP

UMUM

Kapolres Bima Tegaskan Pengamanan Aksi Demonstrasi Sudah Sesuai SOP

Share

tribratanews.ntb.polri.go.id- Kapolres Bima, AKBP Heru Sasongko, S.I.K, menegaskan, bahwa pihak Polres Bima dalam setiap melakukan tugas pengamanan aksi demonstrasi selalu mengacu pada Standar Operasional Prosedur (SOP) ketika menangani massa aksi.

Sebagaimana penanganan yang dilakukan terhadap para demonstran yang tergabung dalam Asosiasi Petani Bawang Merah Kecamatan Belo, Woha, dan Soromandi di depan Kantor Bupati Bima, baik pada hari pertama, Rabu (1/12/21) maupun di hari kedua, Kamis (2/12/21) kemarin.

Kasi Humas Polres Bima, Iptu Adib Widayaka WDP, dalam rilisnya yang diterima media ini, menyampaikan, bahwa sebelum turun melakukan tugas pengamanan, personil gabungan yang terdiri dari Polres Bima, Polres Bima Kota, Kodim 1608 Bima, dan Satpol PP Pemkab Bima telah diberikan pengarahan lewat Acara Arahan Pimpinan (AAP) yang dipimpin langsung oleh Kapolres Bima di Lapangan Kantor Pemkab Bima.

“Pukul 08.00 Wita Bapak Kapolres sendiri yang memberikan AAP,” ujar Adib.

Saat AAP tersebut, dalam arahannya Kapolres menekankan kepada para personil agar mengedepankan humanisme dalam menangani para peserta demonstran.

Selain AAP, pihak Polres Bima juga melakukan pengecekan terhadap senjata para personil, baik dari Polri maupun TNI yang dilakukan oleh Wakapolres Bima, Kabag Ops, dan Kasi Propam. Selanjutnya senjata api tersebut diamankan oleh Si Propam Polres Bima di dalam gedung Pemkab Bima.

Sementara untuk Sat Samapta sebagai satuan terdepan menghadapi demonstran sama sekali tidak diperbolehkan membawa senjata api, dan hanya diperbolehkan membawa Flash Ball atau pelontar gas air mata.

Upaya selanjutnya adalah memasang kawat Barrier di 3 titik lokasi di Kantor Bupati Bima diantaranya Pintu Timur, Tengah dan Barat serta Polwan sebagai tim negosiasi.

Dituturkan Adib, setibanya massa aksi Pukul 10.00 Wita, massa aksi yang dipimpin oleh korlapnya, Iskandar dari Kecamatan Soromandi, Hidayatullah dari Woha, dan Muhaimin dari Belo selanjutnya diterima oleh tim negosiator Polres Bima dan dilakukan negosiasi untuk diarahkan mediasi dengan Bupati Bima.

Akhirnya disepakati, 8 orang perwakilan massa aksi melakukan mediasi dengan Bupati Bima, Wakil Bupati Bima dan Dinas terkait.

Sementara mediasi dengan Bupati tengah berjalan, lanjut Adib, sekitar Pukul 11.45 Wita, massa aksi dari Aliansi Masyarakat dan Pemuda Woha Menggugat (AMPW) yang terdiri dari Pemuda Talabiu, Donggobolo, Risa, Kalampa Kecamatan Woha dan sebagian massa aksi dari Kecamatan Belo yang dipimpin Devan (tidak ada surat pemberitahuan ke pihak kepolisian) tiba di Kantor Bupati Bima kemudian melakukan orasi secara bergantian.

Selanjutnya Pukul 12.00 Wita mediasi berakhir, kemudian massa aksi dari Asosiasi Petani Bawang Merah Kecamatan Belo, Woha, dan Soromandi langsung membubarkan diri.

Kericuhan terjadi ketika massa aksi yang dipimpin Devan yang nota bene bukan petani bawang terus melanjutkan aksi dan melakukan provokasi dengan melempari aparat kepolisian menggunakan botol air mineral dan batu sehingga aparat melakukan penghalauan dengan menembakan watter cannon dan gas air mata ke arah massa aksi.

Pukul 15.30 wita, Aparat Kepolisian dari Polres Bima dan Polres Kota Bima akhirnya berhasil mendorong mundur massa aksi ke arah timur hingga Simpang Empat Desa Talabiu sedangkan arah Barat sampai Pertigaan Dusun Godo Desa Dadibou.

“Selama upaya mendorong mundur massa aksi, personil pengamanan mendapatkan lemparan batu dari massa aksi dimana jarak antara massa aksi dengan personil pengamanan lebih kurang 50 meter.” Ungkap Adib.

Selain itu massa aksi yang dipimpin Devan juga melakukan pemblokiran jalan hampir di sepanjang jalan sampai Desa Penapali serta merusak fasilitas milik negara seperti rambu penanda jalan.

Kepolisian sendiri melakukan pengamanan terhadap 4 orang massa aksi yang diduga melakukan provokator dalam aksi unjuk rasa tersebut, termasuk Devan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Adib mengungkapkan, berdasarkan hasil tes urine, diketahui salah seorang di antaranya positif Narkoba.