LOADING

Type to search

Jalan Terganggu, Kades Lido Bersama Sejumlah Warga Buka Paksa Blokiran Jalan

UMUM

Jalan Terganggu, Kades Lido Bersama Sejumlah Warga Buka Paksa Blokiran Jalan

Share

tribratanews.ntb.polri.go.id- Aksi pemblokiran jalan yang dilakukan oleh perwakilan mahasiswa dan aktivis dari Desa Diha, Ncera, Soki, dan Desa Lido, di jalan lintas Desa Lido, Kamis (2/12/21) Pukul 14.00 Wita kemarin, dikeluhkan oleh sejumlah pihak.

Pantauan awak media ini, pemblokiran dengan menggunakan kayu dan batu tersebut membuat arus lalu lintas lumpuh total, menyebabkan antrian sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat yang tidak bisa lewat di kedua sisi titik pemblokiran.

Bahkan ironisnya, sebuah mobil ambulance yang membawa pasien sakit tidak dibukakan jalan untuk lewat. Sehingga pasien yang butuh perawatan medis secepatnya itu terpaksa diangkat dan dilarikan dengan sebuah mobil pribadi yang berada di seberang titik pemblokiran.

Pemblokiran jalan itu sendiri dipicu oleh kekecewaan massa aksi akibat dibubarkan paksa oleh pihak kepolisian saat menggelar aksi demonstrasi jilid II di depan Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Bima, yang berimbas dengan adanya beberapa anggota massa aksi yang terjatuh sehingga mengalami luka-luka saat aksi yang berakhir ricuh tersebut.

Upaya untuk membuka pemblokiran sendiri diawali oleh Kades Lido dan Kasi Trantib Camat Belo Pukul 16.30 wita dengan menemui massa aksi untuk melakukan negosiasi. Sementara pihak kepolisian lewat Plh Kapolsek Belo memerintahkan salah satu anggotanya, Aipda Muhtar yang kebetulan berdomisili di Desa Lido untuk melakukan pantauan dan berkoordinasi dengan pihak Kades Lido.

Kades Lido yang ditemani Kasi Trantib yang melakukan negosiasi mengharapkan massa aksi untuk kembali membuka jalan karena imbasnya bagi pengguna jalan, mengingat jalan yang diblokir itu dilalui oleh beberapa desa dan kecamatan lain.

Tindakan pemblokiran tersebut dianggap Kades Lido dan Kasi Trantib menjadi tidak manusiawi saat pasien dari Kecamatan Langgudu yang memerlukan tindakan medis menjadi terhambat oleh aksi tersebut.

Terkait tuntutan warga yang meminta pihak Kepolisian Polres Bima untuk memproses anggotanya yang membubarkan paksa warga Desa Lido pada saat aksi unjuk rasa depan Kantor Pemda Bima sehari sebelumnya, Rabu (1/12/21), Kades Lido berjanji akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pihak Polres Bima.

“Kami akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pihak Polres Bima,” ujar Kades Lido.

Lebih lanjut Kades Lido memberikan pemahaman, bahwa tindakan blokir jalan adalah merupakan tindakan yang melanggar hukum.

“Kami hargai niat baik warga untuk meminta pemerintah Kabupaten Bima untuk memperjuangkan hak petani. Namun jangan menodai perjuangan kalian dengan cara-cara yang tidak benar seperti ini. Sampai orang yang sedang dalam posisi kritis yang perlu pertolongan cepat oleh pihak medis harus dipindahkan ke kendaraan lain,” kata Kades Lido dalam upayanya menyadarkan warga.

Sayangnya, meski didukung oleh Kasi Trantib, Aipda Muhtar dan Babinsa Desa Lido beserta beberapa tokoh setempat. Upaya Kades Lido tidak diindahkan oleh massa aksi.

Akibatnya, Kepala Desa Lido bersama masyarakat yang tidak simpatik dengan tindakan massa aksi langsung membuka paksa pemblokiran sekitar pukul 17.40 Wita. Arus lalu lintaspun kembali lancar.