SPPG Polda NTB Dukung Program Makan Bergizi Gratis untuk Kelompok Rentan
05 November 2025 - 6:52 WITA
tribratanews.ntb.polri.go.id. – Satuan Pelayanan Penyelenggara Gizi (SPPG) Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) terus memperkuat perannya dalam mendukung upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sebagai wujud dukungan nyata, SPPG Polda NTB menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Mendukung Pemerintah dalam Program Makan Bergizi Gratis dengan Fokus Pemenuhan Gizi Kelompok Rentan”, di Aula Namira Asrama Haji Mataram, Selasa (4/11).
Kegiatan yang diikuti sekitar 40 peserta ini menghadirkan beragam unsur, mulai dari perwakilan SPPG swasta wilayah Ampenan, relawan gizi, wali murid penerima manfaat, guru sekolah pelaksana program, hingga awak media.
Kepala SPPG Polda NTB, Agiel Zed Agiel, dalam sambutannya menjelaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis merupakan kelanjutan dari inisiatif yang telah berhasil dijalankan di Jawa Barat sejak 2023. Program tersebut terbukti memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat dan kesejahteraan sosial.
“Keberhasilan di Jawa Barat menjadi dasar lahirnya kebijakan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 2024, melalui pembentukan Badan Gizi Nasional (BGN),” ujar Agiel.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa MBG bukan sekadar upaya pemenuhan gizi, tetapi juga instrumen penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.
“Program ini menjadi bagian penting dalam mencetak Generasi Emas Indonesia 2045 melalui intervensi gizi sejak usia dini,” tambahnya.
Dalam diskusi tersebut, PFM Ahli Madya Fungsi Pemeriksaan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Manaya Suryana Harahap, menyoroti pentingnya standar keamanan pangan dalam penyelenggaraan program MBG.
Menurutnya, setiap tahapan dalam proses produksi makanan, mulai dari penerimaan bahan baku, pengolahan, hingga penyajian, harus memenuhi prinsip keamanan pangan agar makanan yang dikonsumsi anak-anak dan ibu hamil benar-benar aman serta bergizi.
“Kesiapsiagaan menghadapi potensi kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan juga perlu diperhatikan. Ini bagian penting untuk memastikan keberlangsungan program makan bergizi gratis,” tegasnya.
Ahli gizi SPPG Polda NTB, Octavia Rizki Mutiah, turut memberikan materi bertajuk “Dari Gizi ke Prestasi.” Dalam paparannya, Octavia menjelaskan bahwa pemenuhan gizi seimbang merupakan fondasi utama bagi tumbuh kembang dan prestasi anak sekolah.
“Anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita adalah kelompok rentan yang harus mendapatkan perhatian khusus. Gizi yang cukup dan seimbang dapat mencegah stunting dan berbagai gangguan tumbuh kembang,” paparnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan sangat penting agar manfaat program MBG dapat dirasakan secara merata di seluruh lapisan masyarakat.
Melalui kegiatan FGD ini, SPPG Polda NTB berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas sektor, baik dengan pemerintah daerah, BPOM, tenaga gizi profesional, hingga lembaga pendidikan. Tujuannya adalah memastikan implementasi program makan bergizi gratis berjalan efektif, berkelanjutan, dan tepat sasaran, terutama bagi kelompok masyarakat rentan di wilayah NTB.
“Harapannya, kegiatan ini menjadi momentum mempererat sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat,” kata Agiel menutup kegiatan.
Program ini juga diharapkan menjadi langkah nyata mendukung visi nasional dalam menghapus angka stunting, menekan kemiskinan ekstrem, dan mencetak generasi sehat, cerdas, serta produktif di masa depan.