Rupiah Menguat Tipis ke Rp15.187 per Dolar AS, Terpengaruh Stimulus Ekonomi China

tribratanews.ntb.polri.go.id – Nilai tukar rupiah mengalami penguatan tipis pada penutupan perdagangan Selasa (24/9), berada di level Rp15.187 per dolar AS, naik sebesar 18,5 poin atau 0,12 persen dari sesi sebelumnya. Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) yang dirilis Bank Indonesia menempatkan rupiah pada posisi Rp15.186 per dolar AS.

Pergerakan mata uang Asia bervariasi. Yen Jepang turun 0,55 persen, sementara baht Thailand dan yuan China masing-masing naik tipis sebesar 0,01 persen dan 0,22 persen. Peso Filipina dan won Korea Selatan mengalami pelemahan sebesar 0,55 persen dan 0,05 persen. Sementara itu, dolar Singapura dan dolar Hong Kong menguat masing-masing sebesar 0,05 persen dan 0,03 persen.

Di antara mata uang negara-negara maju, euro Eropa naik 0,21 persen, poundsterling Inggris menguat 0,07 persen, dan franc Swiss naik 0,01 persen. Namun, dolar Australia melemah 0,09 persen.

Menurut analis pasar Lukman Leong, penguatan rupiah ini sebagian besar dipicu oleh stimulus ekonomi yang dikeluarkan oleh pemerintah China. Namun, ia mencatat bahwa penguatan rupiah bersifat terbatas, karena investor masih menunggu kepastian dari pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell dan data inflasi PCE Amerika Serikat yang akan datang.