Respons Cepat Polisi Redam Pertikaian Pemuda di Cakranegara Utara

tribratanews.ntb.polri.go.id. – Langkah cepat personel Polsek Sandubaya bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa Cakranegara Utara berhasil mencegah terjadinya pertikaian antar pemuda di wilayah hukum Polsek Sandubaya, Polresta Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) Jumat (17/10/2025) malam.

Aksi responsif ini dilakukan setelah petugas menerima laporan adanya keributan yang nyaris berujung perkelahian di Jl. Topati, Cakranegara Utara. Menurut keterangan Kapolsek Sandubaya, AKP Niko Herdianto, S.T.K., S.I.K., peristiwa tersebut bermula dari kesalahpahaman antara tiga pemuda yang hampir terlibat baku hantam.

“Benar, ada beberapa pemuda yang nyaris berkelahi akibat salah paham. Namun, berkat kesigapan personel di lapangan, situasi berhasil dikendalikan dan diselesaikan dengan mediasi di Mapolsek Sandubaya,” jelasnya saat dikonfirmasi media, Sabtu (18/10/2025).

Sekitar pukul 23.00 WITA, seorang pemuda (pihak pertama) tengah duduk santai di pinggir jalan bersama tiga rekannya. Tak lama kemudian, dua pemuda lain yang berboncengan (pihak kedua dan ketiga) melintas dan berhenti di dekat mereka. Tanpa sebab yang jelas, pihak kedua melontarkan kata-kata kasar yang memicu ketegangan.

Suasana pun memanas dan ketiganya hampir terlibat perkelahian. Beruntung, warga sekitar segera melerai dan menghubungi petugas kepolisian. Tim Piket Fungsi Polsek Sandubaya yang saat itu sedang bertugas langsung menuju lokasi bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa Cakranegara Utara untuk mengamankan keadaan.

“Kami bergerak cepat karena khawatir peristiwa itu bisa meluas dan mengganggu keamanan lingkungan,” tambah AKP Niko.

Demi mencegah konflik berkembang, ketiga pemuda tersebut kemudian dibawa ke Mapolsek Sandubaya untuk menjalani mediasi. Proses mediasi dihadiri oleh ketiga pemuda yang bertikai, perwakilan keluarga, saksi, dan aparat lingkungan setempat.

Meski berlangsung cukup alot, suasana akhirnya mencair. Dengan bimbingan aparat kepolisian dan tokoh lingkungan, para pemuda saling menyadari kesalahannya dan sepakat untuk berdamai. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan damai yang ditandatangani oleh masing-masing pihak sebagai bentuk komitmen bersama.

“Kita tidak ingin masalah kecil ini melebar dan menimbulkan keresahan. Alhamdulillah, semuanya berakhir damai dan mereka sudah saling memaafkan,” ujar Kapolsek Sandubaya.

Kapolsek menegaskan, kejadian seperti ini menjadi pengingat pentingnya mengontrol emosi dan mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan masalah. Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya para pemuda, untuk menjaga sikap dan menghormati satu sama lain dalam kehidupan sosial.

“Semoga ini jadi pelajaran berharga bagi mereka dan masyarakat sekitar. Ke depan, kami berharap tidak ada lagi insiden serupa,” ungkapnya.

Polsek Sandubaya berkomitmen terus menjaga kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) melalui pendekatan persuasif dan kolaborasi aktif bersama Bhabinkamtibmas di setiap kelurahan. Upaya ini dilakukan agar masyarakat semakin sadar pentingnya hidup rukun, aman, dan damai di lingkungan masing-masing.