Polisi Bubarkan Aksi Tawuran Remaja di Dompu, Dua Orang Diamankan

tribratanews.ntb.polri.go.id.Aksi tawuran antar kelompok remaja kembali terjadi di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa dini hari (24/2/2026). Bentrokan tersebut melibatkan dua kelompok pemuda yang saling serang menggunakan batu, sarung, hingga anak panah. Dua remaja berhasil diamankan aparat kepolisian.

Peristiwa bermula saat kelompok remaja dari Lingkungan Manggenda, Kelurahan Potu, bertemu dengan kelompok remaja dari wilayah Rabalaju di kawasan Jembatan Rabalaju, Kelurahan Kandai 1, Kecamatan Dompu. Pertemuan itu kemudian memicu ketegangan yang berujung bentrokan terbuka.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut sempat berupaya melerai. Namun situasi justru semakin memanas setelah sejumlah remaja diduga mengarahkan serangan ke arah warga yang mencoba menghentikan aksi tersebut.

Kasi Humas Polres Dompu, Iptu I Nyoman Suardika, membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa beberapa remaja dari kelompok Manggenda diduga melempar batu dan melepaskan anak panah ke arah warga Rabalaju.

“Petugas yang tengah berpatroli menerima laporan masyarakat terkait aksi tawuran tersebut yang kemudian ditindaklanjuti dengan bergerak cepat menuju lokasi untuk membubarkan kerumunan serta melakukan penyisiran di sekitar tempat kejadian,” terangnya.

Saat penyisiran dilakukan di kawasan Manggenda, sekelompok remaja yang diduga terlibat langsung berhamburan melarikan diri. Meski demikian, petugas berhasil mengamankan dua orang remaja yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.

Dua orang remaja yang diduga terlibat aksi tawuran antar kelompok pemuda di wilayah Jembatan Rabalaju berhasil diamankan. Keduanya masing-masing berinisial MA (17) dan K (18). Selain dua itu, di lokasi, petugas Kepolisian turut menyita barang bukti berupa sarung yang diduga digunakan dalam aksi tawuran.

“Saat ini, keduanya telah dibawa ke Mapolres Dompu untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Sementara saat ini masih melakukan pendalaman guna mengidentifikasi kemungkinan keterlibatan pelaku lainnya serta motif di balik bentrokan tersebut,” jelas Iptu Suardika

Insiden tawuran ini sempat membuat warga sekitar Jembatan Rabalaju resah. Selain menimbulkan suara gaduh di tengah malam, aksi saling serang menggunakan batu dan panah dinilai membahayakan keselamatan masyarakat.

Pihak kepolisian mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka, terutama pada malam hari. Remaja juga diingatkan agar tidak mudah terprovokasi dan menjauhi tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

“Kami dari jajaran Polres Dompu juga memastikan patroli akan ditingkatkan, khususnya di titik-titik rawan yang kerap menjadi lokasi berkumpulnya remaja pada malam hari,” tutup Kasi Humas Iptu Suardika.