Ditpolairud Polda NTB Gelar Peralatan SAR, Antisipasi Cuaca Ekstrem Saat Nataru

tribratanews.ntb.polri.go.id.Dalam rangka mengantisipasi potensi cuaca ekstrem menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) meningkatkan kesiapsiagaan melalui kegiatan gelar peralatan Search and Rescue (SAR) serta penyiagaan personel yang memiliki kompetensi SAR.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (23/12/2025) tersebut menjadi langkah preventif jajaran Polairud dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam, khususnya di wilayah perairan dan pesisir yang rawan terdampak perubahan cuaca ekstrem.

Dalam kegiatan tersebut, Ditpolairud Polda NTB melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kesiapan berbagai sarana dan prasarana SAR, mulai dari kapal patroli, perahu karet, alat selam, peralatan komunikasi, pelampung keselamatan, hingga perlengkapan pendukung evakuasi korban. Seluruh peralatan dipastikan dalam kondisi siap pakai guna mendukung respons cepat apabila terjadi situasi darurat.

Selain kesiapan peralatan, personel Polairud yang memiliki keahlian khusus di bidang SAR juga disiagakan penuh. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penanganan cepat dan tepat jika terjadi bencana seperti banjir, kecelakaan laut, maupun insiden lain yang dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem.

Direktur Polairud Polda NTB, Kombes Pol. Boyke F.S. Samola, S.I.K., M.H., dalam arahannya menekankan pentingnya peningkatan kewaspadaan di seluruh jajaran. Ia meminta personel untuk secara aktif memantau perkembangan cuaca di wilayah tugas masing-masing serta melakukan pemetaan lokasi-lokasi yang berpotensi rawan banjir dan gelombang tinggi.

“Seluruh personel harus peka terhadap perubahan cuaca dan memahami titik-titik rawan, terutama di kawasan pesisir dan jalur perairan yang sering dilalui masyarakat,” ujar Kombes Pol. Boyke.

Lebih lanjut, ia menginstruksikan agar jajaran Polairud terus memberikan imbauan kepada masyarakat pesisir, khususnya para nelayan, agar tidak memaksakan diri melaut saat kondisi cuaca tidak mendukung. Menurutnya, keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas di laut.

“Personel agar aktif mengingatkan nelayan dan masyarakat pesisir untuk menghindari aktivitas melaut ketika cuaca ekstrem. Selalu pantau informasi resmi prakiraan cuaca dan lakukan koordinasi dengan BMKG,” tegasnya.

Kegiatan kesiapsiagaan ini juga menjadi wujud sinergi antara Polri dan instansi terkait dalam menjaga keselamatan masyarakat selama momentum Natal dan Tahun Baru. Dengan kesiapan peralatan, personel, serta koordinasi lintas sektor yang solid, Ditpolairud Polda NTB berharap mampu meminimalisir risiko kecelakaan laut dan dampak bencana akibat cuaca ekstrem.

Melalui langkah preventif tersebut, Ditpolairud Polda NTB menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus memastikan situasi keamanan dan ketertiban di wilayah perairan NTB tetap aman dan kondusif menjelang hingga selama perayaan Natal dan Tahun Baru.