Deteksi Dini Kanker Prostat, Pentingnya Skrining Mulai Usia 45 Tahun
03 October 2024 - 12:05 WITA
tribratanews.ntb.polri.go.id – Pria yang telah memasuki usia 45 tahun disarankan untuk menjalani pemeriksaan kanker prostat, terutama jika terdapat riwayat penyakit tersebut dalam keluarga. Hal ini diungkapkan oleh Dr. Andika Afriansyah, SpU, Sub.SpFFN(K), seorang Dokter Spesialis Urologi lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Menurutnya, pria yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker prostat sebaiknya memulai skrining pada usia 45 tahun. Namun, bagi mereka yang tidak memiliki riwayat keluarga, pemeriksaan dapat dimulai pada usia 50 tahun.
“Jika tidak ada riwayat keluarga yang mengidap kanker prostat, pemeriksaan bisa dimulai pada usia 50 tahun,” jelasnya, seperti dilansir oleh media ANTARA pada Selasa, 1 Oktober.
Kanker prostat memang jarang ditemukan pada pria di bawah usia 50 tahun. Sebaliknya, penyakit ini lebih umum menyerang pria di usia 50 tahun ke atas dan dapat mengganggu fungsi reproduksi. Dr. Andika menekankan bahwa pemeriksaan dini sangat penting bagi pria dengan riwayat keluarga penderita kanker prostat.
Pemeriksaan kanker prostat kini semakin mudah dengan berbagai pilihan tes, salah satunya Prostate Specific Antigen (PSA). Tes ini tersedia di berbagai fasilitas kesehatan dengan harga yang beragam. Pemeriksaan PSA dianjurkan dilakukan setiap satu hingga dua tahun sekali untuk mendeteksi adanya kanker prostat pada tahap awal.
“Kanker prostat pada stadium lanjut bisa berakibat fatal, namun peluang sembuh sangat tinggi jika terdeteksi sejak dini. Oleh karena itu, skrining PSA setiap satu atau dua tahun sangat penting,” tambah Dr. Andika.
Gejala kanker prostat seringkali sulit disadari karena umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, meskipun salah satu tanda yang bisa dikenali adalah adanya darah pada air mani. Gejala lainnya termasuk aliran urine yang lemah atau terputus-putus.
Deteksi dini sangat krusial dalam penanganan kanker prostat. Selain meningkatkan kemungkinan penyembuhan, langkah ini juga dapat mengurangi risiko komplikasi serius. Berdasarkan data dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RS UI), kanker prostat merupakan salah satu jenis kanker paling umum secara global dan merupakan penyebab kematian kelima pada pria.
Faktor risiko lain yang dapat meningkatkan kemungkinan seorang pria terkena kanker prostat meliputi obesitas, hipertensi, kurang olahraga, peningkatan hormon testosteron, dan riwayat keluarga dengan kanker prostat.