BMKG Peringatkan Gelombang Ekstrem Hingga 6 Meter di Perairan NTB
05 March 2026 - 12:38 WITA
tribratanews.ntb.polri.go.id. – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Nusa Tenggara Barat (NTB). Kondisi ini dipicu oleh aktivitas dua bibit siklon tropis yang terpantau berkembang di wilayah Samudra Hindia.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), Kadek Katriavi, menjelaskan bahwa fenomena tersebut berdampak pada peningkatan kecepatan angin serta ketinggian gelombang laut di beberapa perairan strategis di NTB.
Menurutnya, kondisi laut di sebagian wilayah bahkan telah masuk kategori zona merah dengan potensi gelombang mencapai enam meter.
“Kami mengimbau masyarakat, terutama yang beraktivitas di kawasan pesisir maupun pelayaran, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi,” ujar Kadek di Mataram, Kamis (5/3).
BMKG melalui Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta memantau dua sistem tekanan rendah yang berpotensi berkembang menjadi siklon tropis. Sistem pertama adalah bibit siklon tropis 90S yang berada di perairan selatan Jawa Timur, sementara sistem kedua yakni bibit siklon tropis 93S terdeteksi di wilayah barat laut Australia.
Meski posisi kedua bibit siklon berada cukup jauh dari wilayah NTB, aktivitas atmosfer yang ditimbulkan memberikan dampak tidak langsung berupa peningkatan intensitas angin dan gelombang laut, khususnya di wilayah perairan selatan yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia.
Berdasarkan peta prakiraan gelombang laut yang berlaku pada 5 hingga 6 Maret 2026, BMKG mencatat potensi gelombang tinggi berkisar antara empat hingga enam meter di beberapa wilayah perairan penting.
Area yang diprediksi mengalami gelombang tinggi tersebut meliputi Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, serta Samudra Hindia di wilayah selatan NTB.
Bahkan, perairan Samudra Hindia yang berada di selatan Lombok Barat berpotensi mengalami gelombang laut dengan kategori ekstrem, yakni lebih dari enam meter. Sementara itu, gelombang laut kategori tinggi dengan kisaran 2,5 hingga 4 meter diperkirakan terjadi di perairan selatan Pulau Sumbawa.
Adapun wilayah perairan lainnya seperti Selat Lombok bagian utara, Selat Alas bagian utara, serta Selat Sape baik di bagian utara maupun selatan diprediksi memiliki ketinggian gelombang antara 1,25 hingga 2,5 meter.
BMKG menekankan bahwa kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran, terutama pada jalur-jalur penyeberangan antar pulau yang menjadi rute penting transportasi laut.
Sejumlah jalur yang perlu mendapat perhatian khusus antara lain Selat Lombok, Selat Alas, dan Selat Sape yang merupakan jalur strategis bagi transportasi logistik maupun mobilitas masyarakat.
Untuk itu, BMKG mengimbau nelayan, operator kapal, serta masyarakat pesisir agar selalu memperbarui informasi cuaca maritim sebelum beraktivitas di laut.
Peringatan dini ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan serta mengurangi risiko kecelakaan laut akibat cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.