tribratanews.ntb.polri.go.id. – Wakil Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Wakapolda NTB) Brigjen Pol. Hari Nugroho memimpin apel pergeseran pasukan Bantuan Kendali Operasi (BKO) Kamtibmas menuju wilayah hukum Polres Dompu, Polres Bima dan Polres Bima Kota, Selasa (29/9/2026).
Apel yang berlangsung di Lapangan Bhara Daksa Polda NTB mulai pukul 08.00 Wita itu menjadi bagian dari pemberangkatan personel yang akan menjalankan tugas selama dua bulan di tiga wilayah tersebut.
Dalam arahannya, Brigjen Hari mengingatkan personel bahwa penugasan BKO merupakan amanah negara sekaligus bentuk kepercayaan masyarakat yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Hari ini saudara-saudara berangkat membawa amanah negara dan kepercayaan masyarakat, untuk melaksanakan tugas BKO selama dua bulan ke depan di Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima dan Kota Bima,” kata Brigjen Hari.
Ia meminta seluruh personel memaknai penugasan tersebut sebagai panggilan pengabdian. Pengalaman dari personel yang sebelumnya pernah menjalankan tugas BKO juga diminta menjadi bekal untuk membaca situasi dan menghadapi dinamika di wilayah penugasan.
“Maknai penugasan ini sebagai panggilan pengabdian. Petik pengalaman dari rekan-rekan yang telah melaksanakan BKO sebelumnya, pahami dinamika di lapangan dan jadikan bekal untuk menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Brigjen Hari menegaskan, kekuatan Polri dalam menjaga keamanan tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah personel maupun dukungan perlengkapan. Menurutnya, integritas, keteladanan dan kepercayaan masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas.
“Jadikan kehadiran saudara sebagai sumber ketenangan, perlindungan dan solusi,” tegasnya.
Karena itu, personel BKO diminta mengedepankan pendekatan humanis dan preventif melalui penguatan Pemolisian Masyarakat (Polmas) serta komunikasi aktif dengan warga. Langkah tersebut dinilai penting agar potensi gangguan keamanan dapat dikenali dan dicegah sejak awal.
“Bangun komunikasi, dengarkan masyarakat dan cegah potensi gangguan sejak dini,” pesan Brigjen Hari.
Selain membangun komunikasi, personel juga diminta memahami karakter masyarakat, tokoh-tokoh di wilayah setempat, kearifan lokal hingga potensi kerawanan yang ada. Pemahaman terhadap kondisi lokal dinilai menjadi bekal penting dalam menentukan langkah saat menghadapi berbagai dinamika di lapangan.
“Perkuat sinergitas dan koordinasi. Kenali wilayah, karakter masyarakat serta potensi kerawanan, agar setiap dinamika dapat dihadapi dengan tepat,” katanya.
Dalam pelaksanaan tugas, Brigjen Hari turut mengingatkan personel untuk tetap menjaga profesionalisme, mematuhi ketentuan hukum dan standar operasional prosedur (SOP). Setiap tindakan, kata dia, harus dilakukan secara terukur dan proporsional serta tidak didasarkan pada keputusan emosional.
“Jadilah solusi dan hadirkan rasa aman. Hadapi setiap dinamika dengan kepala dingin dan tindakan yang tepat,” ucapnya.
Menutup arahannya, Wakapolda NTB meminta seluruh personel menjaga kekompakan selama menjalankan tugas di Dompu, Bima dan Kota Bima. Ia juga berpesan agar penugasan tersebut dijalankan dengan ketulusan dan penuh tanggung jawab.
“Berangkatlah dengan niat mengabdi, jalankan setiap amanah dengan tulus, berbaktilah dengan sepenuh hati, dan kembalilah membawa kehormatan serta kebanggaan,” pungkasnya.