tribratanews.ntb.polri.go.id. – Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Kapolda NTB) Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja memberikan pembekalan sekaligus penguatan karakter kepada personel Polisi Wanita (Polwan) dilingkungan Polda NTB, Kamis (11/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Sasana Dharma, Polda NTB tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kapasitas, integritas, dan profesionalisme Polwan dalam menghadapi dinamika tugas kepolisian yang semakin kompleks, sekaligus menjawab berbagai tantangan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
Dalam arahannya, Kapolda NTB menegaskan bahwa Polwan memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam menghadirkan rasa aman, ketertiban, dan pelayanan publik yang humanis. Kehadiran Polwan dinilai tidak hanya berperan dalam penegakan hukum, tetapi juga menjadi jembatan emosional antara institusi Polri dan masyarakat.
“Polwan harus memiliki kemampuan khusus dalam membangun komunikasi yang empatik, menjadi pelindung bagi perempuan dan anak, serta mampu menghadirkan suasana yang lebih kondusif dalam berbagai situasi sosial,” ujar Irjen Kalingga.
Menurut Jenderal Bintang Dua itu, peran Polwan sangat vital terutama dalam penanganan perkara yang melibatkan perempuan dan anak melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).
“Sebagai daerah tujuan wisata dunia dan tuan rumah berbagai event internasional, personel Polwan Polda NTB dituntut memiliki kemampuan komunikasi yang baik, pelayanan prima, serta kepekaan terhadap keberagaman budaya dan karakter masyarakat global,” ungkap Kapolda Irjen Kalingga.
Selain mendukung sektor pariwisata, lanjutnya, Polwan juga diharapkan berperan aktif dalam upaya pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) melalui edukasi, penyuluhan, dan pembinaan kepada masyarakat, khususnya perempuan dan keluarga yang rentan menjadi korban.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda NTB memperkenalkan konsep “Trilogi Esensi Peran Polwan” yang menjadi landasan moral dan profesional dalam pelaksanaan tugas. Pertama, sebagai Penegak Hukum, Polwan harus menjalankan tugas secara profesional, presisi, objektif, dan tegas dalam menegakkan aturan hukum.
Kedua, sebagai Pilar Empati, Polwan dituntut mengedepankan langkah preventif melalui penyuluhan, konseling, pendampingan korban, serta pendekatan yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan. Ketiga, sebagai Penjaga Harmoni, Polwan harus mampu menjadi perekat persatuan, penjaga toleransi, dan agen perdamaian di tengah keberagaman masyarakat NTB.
Untuk mendukung optimalisasi peran tersebut, kedepan Kapolda menegakan komitmennya untuk menghadirkan kebijakan strategis bagi pengembangan karier Polwan di lingkungan Polda NTB.
Di antaranya memberikan kesempatan yang setara untuk menduduki jabatan operasional maupun struktural, meningkatkan kompetensi melalui pendidikan dan pelatihan berkelanjutan, serta membangun sistem kerja yang responsif gender.
Menutup arahannya, Irjen Pol. Kalingga Rendra berpesan agar seluruh personel Polwan di jajaran Polda NTB mampu menjadi sosok Srikandi Negara yang tangguh sekaligus penjaga keharmonisan keluarga.
Ia mengajak seluruh Polwan untuk menjadikan kepekaan dan naluri perempuan sebagai kekuatan dalam menyelesaikan persoalan masyarakat, mengedepankan pendekatan Restorative Justice secara bijaksana dan humanis, memperkuat solidaritas internal, serta menjaga keseimbangan antara tugas kedinasan dan kehidupan keluarga.
“Soliditas, integritas, dan keseimbangan hidup merupakan fondasi utama yang akan melahirkan Polwan yang tangguh, profesional, dan dicintai masyarakat,” tandas Kapolda NTB.