Beranda / BNPT dan Uni Eropa Perkuat Kerja Sama Tangkal Terorisme Digital

BNPT dan Uni Eropa Perkuat Kerja Sama Tangkal Terorisme Digital

✍️ Multimedia Humas NTB 📅 Rabu, 6 Mei 2026 WITA 👁 18 views
BNPT dan Uni Eropa Perkuat Kerja Sama Tangkal Terorisme Digital

tribratanews.ntb.polri.go.id.–Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI bersama Uni Eropa memperkuat kolaborasi strategis dalam menghadapi ancaman terorisme, khususnya di ruang digital yang kian kompleks.

Kepala BNPT RI, Komjen Pol. Eddy Hartono, menegaskan bahwa pencegahan terorisme menjadi prioritas utama pemerintah. Salah satu fokusnya adalah memastikan ruang digital tidak dimanfaatkan untuk penyebaran ideologi kekerasan.

“Langkah terbaru pemerintah adalah membuka komunikasi dengan pengelola platform gim Roblox agar mematuhi regulasi yang berlaku,” ujar Eddy, Selasa (5/5/2026).

Regulasi yang dimaksud adalah Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas). Dalam hal ini, Kementerian Komunikasi dan Digital telah memanggil pihak Roblox untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan tersebut.

BNPT turut hadir dalam proses tersebut sebagai bagian dari upaya preventif dalam menangkal potensi penyebaran paham radikal melalui platform digital, termasuk gim daring yang memiliki basis pengguna luas.

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Uni Eropa, Andy Rachmianto, menyatakan bahwa isu terorisme siber juga menjadi perhatian serius Uni Eropa. Menurutnya, kerja sama antara Indonesia dan Uni Eropa menjadi sangat strategis dalam menghadapi ancaman global yang terus berkembang.

“Penanggulangan terorisme, khususnya di ruang siber, menjadi salah satu fokus utama Uni Eropa,” ujarnya.

Saat ini, Indonesia dan Uni Eropa tengah dalam tahap finalisasi peningkatan hubungan dari kemitraan reguler menuju kemitraan komprehensif. Dalam kerangka tersebut, kolaborasi di bidang penanggulangan terorisme akan diperluas, mencakup pertukaran informasi, peningkatan kapasitas, serta perlindungan masyarakat di ruang digital.

Pertemuan kedua pihak menegaskan pentingnya sinergi antara kebijakan domestik dan kerja sama internasional. Melalui kolaborasi ini, diharapkan masyarakat semakin terlindungi dari konten berbahaya dan mampu menggunakan teknologi digital secara bijak.

Bagikan artikel ini: