LOADING

Type to search

Binkam UMUM

Polres Lombok Utara bersama Muspida mediasi antara Koprasi Karya Bahari dengan Pengurus past boat bali Lombok

Share

Lombok Utara – NTB. Dalam rangka memberikan pelayanan dan pengamanan terhadap masyarakat yang menggunakan jasa penyebrangan past boat Lombok – Bali, terjadi pencegatan bongkar muat penumpang past boat di Pelabuhan Bangsal Kec Pemenang Kabupaten Lombok Utara minggu , (19/06).

Koprasi Karya Bahari merupakan koprasi jasa angkut yang melayani penyebrangan Bangsal menuju 3 Gili baik Gili Air. Gili Trawangan dan Gili meno telah melakukan pencegatan terhadap past boat Lombok – Bali di saat melakukan bongkar muat penumpang di Pelabuhan Bangsal Pemenang.

Kegiatan pencegatan terhadap bongkar muat penumpang tersebut terjadi di karenakan Pihak Koprasi Karya Bahara pernah melayangkan undangan kepada para pengurus past boat yang mengankut muatan di 3 Gili. akan tetapi tidak pernah di hadiri oleh beberapa pengurus sehingga terjadi pencegatan.

Dan harapan Koprasi Karya Bahari penumpang yang akan berangkat ke Bali di sarankan untuk ke Bangsal dengan menggunakan publik Boat dan dari Pelabuhan Bangsal semua penumpang akan berangkat menuju ke pelabuhan padang bai Bali. Dan atas peristiwa tersebut terjadilah kesahan pahaman.

Kapolres Lombok Utara AKBP I Wayan Sudarmantha, S.I.K., M.H, melalui kasusi PIDM Ipda Made wiryawan SH menyampaikan, peristiwa terebut memang benar terjadi dan kami dari pihak Kepolisian selaku pengayom, pelayan dan pelindung masyarakat, wajib dan harus menjaga keamaanan di wilayah khususnya Lombok Utara.

“Kami tetap memberikan keamanan dan kenyamanan kepada para penumpang yang menggunakan past boat yang mau berangkat maupun datang dari Bali atau yang berangkat dari Bangsal menuju 3 Gili dengan menggunakan publik boat,” tuturnya.

Kami berharap kepada para pelaku wisata yang mempunyai jasa pelayanan publik boat maupun past boat harus sama – sama menjaga keamanan dan ketertiban. Mengingat bulan ini baru mulainya kunjungan wisata ke wilayah Kab. Lombok Utara atas pandemi Covid 19 yang menimpa seluruh dunia.

“Kami harap atas peristiwa ini pasti ada jalan keluarnya,” ujarnya.

Untuk sementara, kata Made, Polres Lombok Utara menempatkan personil di beberapa titik pengankutan penumpang untuk menjaga keamanan serta mencegah hal – hal yang tidak kita inginkan.

“Dengan adanya pencegatan terhadap bongkar muat penumpang di pelabuhan Bangsal pada hari minggu tanggal 19 juni 2022 sekitar pukul 11.00 wita dari pelaku wisata yang memiliki jasa angkut penumpang baik itu past boat maupun publik boat akan mengadakan hearing di Pemda Kab. Lombok Utara.
pada hari senin tanggal 20 juni 2022,” terang Made.

Sementara itu, kata Made, Kegiatan hearing ini di lakukan bertujuan untuk mencari jalan keluar atas kejadian pencegatan bongkar muat di Bangsal dan kegiatan hearing pada hari senin tanggal, 20 juni 2022, beetempat di Aula Kantor Pemda Kab. Lombok Utara.

Wakil Bupati Kab. Lombok Utara mengatakan, pertemuan ini untuk mencari jalan keluar agar tidak menjadi bomerang dan menimbulkan permasalahan yang berkepanjangan.

“Kami akan membuat regulasi agar permasalahan ini segera terselesaikan dan tidak ada tumpang tindih,” Bupati.

Selain itu, Kapolres Lombok Utara mengatakan, kami disini Selaku Pihak Kepolisan juga menjaga keamanan dan kenyamanan pariwisata di Kab. Lombok Utara.

Kapolres berharap agar semua permasalahan di selesaikan dengan kepala dingin sehingga menghasilkan solusi yang baik untuk semua pihak dikarenakan 3 Gili (Trawangan, Air dan Meno) merupakan pariwisata utama yang ada di Kab. Lombok Utara maka perlu kita jaga bersama-sama.

“Kita bersama- sama menjaga situasi tetap kondusif sehingga tidak menimbulkan permasalahan baru dan serahkan semua pada pihak terkait agar segala permasalahan yang terjadi saat ini segera terselesaikan,” tutur Kapolres.

sedangkan Kepala Syahbandar Pemenang menyampaikan, Dermaga Gili merupakan kolam dari Pelabuhan Pemenang, 3 Gili dibangun mengikuti Pemenang semua bisa diperbolehkan untuk bongkar muat asalkan sesuai diatur dengan kapasitas.

“Pemerintah memberikan kemudahan dengan membangun fasilitas untuk menuju akses pariwisata, terkait masalah penolakan tadi sampai saat ini tidak ada regulasi larangan untuk bongkar muat dikawasan Gili,” ujarnya.

Dikatakannya, sedangkan dari kami tidak mengetahui adanya perjanjian dari pihak koperasi dengan pengusaha kapal.

Perwakilan Pengusaha fastboat menyampaikan sebagai pengusaha kami menghormati semua peraturan atau keputusan yang ada didaerah,
Dari pengusaha tidak ada kesepakatan dengan akacindo atau koperasi terkait retribusi, tapi dari kami menolak karena tidak mempunyai dasar hukum.
dan meminta dasar hukum kalau dari penarikan retribusi yang di lakukan tersebut.

Sementara Ketua Koperasi Sabarudin mengatakan, masalah kesepakatan berawal dari Akacindo, untuk pengusaha fast boat mereka datang kepada kami menyarankan untuk kesyahbandar.

Pada saat menjalin kerjasama dari kami tidak mengundang syahbandar karena intern koperasi dengan pengusaha.

“Kami mengundang pihak pengusaha fastboat untuk mencari solusi bahwa kami mempunyai anggaran dasar dikoperasi karya bahari,” terangnya.

 2 total views,  2 views today

Tags:

You Might also Like