Sinergi Aparat Amankan Tradisi Adat Nyongkolan di Mataram

tribratanews.ntb.polri.go.id. – Suasana penuh keceriaan mewarnai pelaksanaan tradisi adat Sasak Nyongkolan yang digelar di Jalan Lingkar Selatan, Lingkungan Patemon, Kelurahan Pagutan Timur, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Rabu (15/10/2025). Tradisi turun-temurun masyarakat Sasak ini menarik perhatian warga sekaligus menjadi simbol pelestarian budaya lokal yang sarat makna kebersamaan.

Untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib, aparat gabungan yang terdiri dari Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta Linmas diterjunkan langsung ke lapangan. Mereka fokus pada pengamanan jalannya prosesi dan pengaturan arus lalu lintas, mengingat kegiatan Nyongkolan biasanya diikuti rombongan besar dengan iringan gamelan dan musik tradisional Sasak.

Sejak pagi, petugas telah berjaga di sejumlah titik rawan kemacetan di sepanjang Jalan Lingkar Selatan. Upaya pengamanan dilakukan dengan pendekatan humanis agar kegiatan masyarakat berjalan kondusif tanpa mengganggu pengguna jalan lainnya.

Kepala Kepolisian (Kapolsek) Mataram AKP Mulyadi, S.H., dalam keterangannya mengatakan bahwa pengamanan kegiatan adat seperti Nyongkolan merupakan bagian dari tugas pelayanan Polri kepada masyarakat.

“Pengamanan ini adalah bentuk layanan Kepolisian untuk mendukung kegiatan masyarakat. Sinergi antara Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Linmas patut diapresiasi karena menunjukkan kekompakan dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” ujar AKP Mulyadi.

Menurut AKP Mulyadi, kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam menciptakan rasa aman selama pelaksanaan tradisi budaya. Ia menegaskan bahwa kehadiran aparat di lapangan bukan hanya untuk menjaga ketertiban, tetapi juga sebagai wujud dukungan terhadap pelestarian kearifan lokal.

“Kami berharap masyarakat merasa aman dan nyaman dalam menjalankan tradisi. Dengan pengamanan yang baik, kegiatan adat seperti Nyongkolan bisa terus dilestarikan tanpa menimbulkan gangguan terhadap aktivitas umum,” tambahnya.

Kegiatan Nyongkolan kali ini mendapat sambutan positif dari warga sekitar. Banyak masyarakat mengapresiasi kerja sama dan sikap ramah aparat selama proses pengamanan. Para peserta pawai pun merasa lebih tenang karena jalur yang mereka lalui telah dikawal dengan baik.

“Terima kasih kepada petugas yang sudah membantu kelancaran acara kami. Semua berjalan tertib dan aman,” ungkap salah satu warga Pagutan Timur.

Nyongkolan merupakan salah satu tradisi khas masyarakat Suku Sasak di Pulau Lombok yang dilakukan sebagai bentuk ungkapan syukur setelah akad nikah. Dalam prosesi ini, rombongan pengantin pria berarak menuju rumah pengantin wanita dengan iringan musik tradisional dan pakaian adat yang khas.

Tradisi ini bukan sekadar prosesi seremonial, tetapi juga menjadi wujud pelestarian budaya dan perekat sosial antarwarga. Kehadiran aparat dalam pengamanan kegiatan ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dan keamanan masyarakat bisa berjalan beriringan.

Dengan pengamanan yang terkoordinasi dan sinergi lintas instansi, pelaksanaan Nyongkolan di Pagutan Timur tahun 2025 berjalan lancar, aman, dan penuh suasana kegembiraan. Tidak terjadi gangguan keamanan maupun kemacetan berarti selama kegiatan berlangsung.

“Kami (Polisi) berharap masyarakat dapat terus menjaga ketertiban dalam setiap kegiatan budaya, sehingga tradisi warisan leluhur tetap lestari tanpa mengganggu kenyamanan publik,” tandas Kapolsek Mataram.