Emas Antam Kembali Cetak Rekor Tertinggi, Didukung Kenaikan Harga Global
25 September 2024 - 12:55 WITA
tribratanews.ntb.polri.go.id – Harga emas Antam kembali mencetak rekor tertingginya pada perdagangan Rabu (25/9/2024). Berdasarkan data resmi dari *Logammulia.com*, emas Antam satuan 1 gram kini dibanderol seharga Rp 1.463.000 per batang, naik Rp 20.000 dibandingkan harga pada Selasa (24/9/2024). Kenaikan ini menjadikan harga emas Antam mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high).
Rekor terbaru ini melampaui catatan sebelumnya pada Sabtu lalu, di mana harga emas Antam sempat berada di Rp 1.455.000 per gram. Selain itu, harga pembelian kembali atau *buyback* emas Antam juga mengalami kenaikan, mencapai Rp 1.303.000 per gram, naik Rp 20.000 dari hari sebelumnya.
Harga Global Juga Menguat
Kenaikan harga emas Antam seiring dengan tren harga emas global yang juga terus mencetak rekor baru. Berdasarkan data *Refinitiv*, harga emas dunia pada perdagangan kemarin melonjak 1,08% dan ditutup di posisi US$ 2.656,7 per troy ons. Kenaikan ini kembali memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa, dan pada Rabu pagi (25/9/2024) sekitar pukul 08.40 WIB, harga emas global bertambah tipis 0,04% menjadi US$ 2.657,79 per troy ons.
Pengaruh Stimulus Ekonomi China
Penguatan harga emas global turut didorong oleh langkah pemerintah China yang berencana memberikan stimulus ekonomi untuk mendorong pemulihan dari tekanan deflasi. Bank sentral China, People’s Bank of China (PBoC), mengumumkan kebijakan pemotongan giro wajib minimum (GWM) bank sebesar 50 basis poin (bps), serta menurunkan suku bunga deposito dan hipotek rata-rata sebesar 0,5 persen.
Kebijakan stimulus ini memberikan dampak positif bagi pasar komoditas, termasuk emas, yang dianggap sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global. Namun, langkah ini juga menimbulkan kekhawatiran terkait profitabilitas bank di China.
Dengan situasi ekonomi yang masih penuh ketidakpastian, harga emas diprediksi akan terus bergerak dinamis mengikuti perkembangan pasar global dan kebijakan moneter negara-negara besar.