Kapolda NTB: Keseriusan Pers Tangkal Hoax dan Ujaran Kebencian Sangat Penting

WAWANCARA KAPOLDA NTB

Taliwang- Kapolda NTB Irjen. Pol. Drs. Achmat Juri M.hum di  sela-sela kegiatan dalam rangka kunjungan kerjanya, menghimbau kepada seluruh awak media di sumbawa barat untuk serius dalam menangkal hoax dan ujaran kebencian terkait maraknya hal terebut di media sosial dimana kerap terdapat pemberitaan bohong dan ujaran kebencian yang dapat memecah belah kesatuan bangsa.

Tekan Kapolda, masyarakat harus kembali percaya kepada media mainstream tanpa melalui media sosial yang sekejap  saja bisa di racik menjadi berita-berita miring yang berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan, orang perorangan, instansi dan pihak-pihak tertentu yang bakal dirugikan apalagi dalam situasi politik saat ini, rabu (13/03).

Kapolda juga menguraikan bahwa pada media sosial tidak terdapat fakta lebih didalamnya, pemberitaan yang di share atau diberitahukan melalui medsos oleh siapapun melainkan hanya informasi. “Apa yang di muat oleh siapapun pada medsos hanya bersifat informasi bukan fakta langsung, maka ada baiknya dengan keseriusan seluruh awak media  melakukan perlawanan terhadap hoax, ujaran kebencian melalui berita-berita fakta dan faktual”, jelasnya.

Kata Kapolda kepada awak media juga  mengingatkan kembali bagaimana pers bekerja, mengingat sumpah dan kode etik jurnalistik harus di pegang teguh oleh pers, disiplin melakukan verifikasi terhadap setiap informasi dan tak tergoda untuk memburu isu yang viral  di media sosial.

Perkembangan media sosial juga akan semakin pesat dan kapolda  pun mengakui hal itu, karena itu kapolda menyampaikan betapa pentingnya  media mainstream dalam memainkan  perannya memberikan berita-berita fakta, valid dan trpercaya. Masyarakat juga harus mengacu kepada media mainstream jika sewaktu-waaktu terjadi pemberitaan yang potensinya mengarah kepada hal yang negatif menyangkut hal ini. “Pasti rujukan masyarakat ketika melihat berita yang di ragukan muncul, akan searching media online karena kepercayaan masyarakat itu sudah ada sejak dulu kepada media mainstream”, jelasnya lagi.

Kapolda berharap, pada masa kampanye pemilu 2019, media dapat membantu menjadi tameng penangkal isu negatif atau berita hoax serta ujaran kebencian, karena menurutnya selain media ini menjadi pilar demokrasi, tapi media juga akan membantu sekali untuk merujuk masyarakat kepada berita fakta. (ah)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close