Upaya Polres Lotim Guna Terpeliharanya Situasi Kamtibmas Menjelang Pileg – Pilpres 2019

 

                          KASAT RESKRIM SAAT MEMBERIKA MATERI

Selong – Berbagai Upaya telah dilakukan Polres Lotim dalam upaya memelihara situasi Kamtibmas menjelang pileg – pilpres 2019 dalam lingkup Netralitas selaku aparat penegak hokum. Maraknya berita hoaks (berita bohong) di media sosial, serta adanya pemberitaan yang bersifat Provokasi membuat pihak kepolisian semakin kerja Ekstra untuk memberantas pemberitaan – pemberitaan yang dapat mengganggu situasi Kamtibmas, selain itu pihak Kepolisian Resor Lombok Timur juga menggandeng beberapa Unsur dari Forkopimda, serta bekerja sama dengan para awak Media.

Bentuk upaya Pihak Kepolisian resor Lombok Timur bekerjasama dengan para awak Media ialah dengan menhadiri acara Sarasehan yang diselenggarakan oleh dalam Forum Wartawan Media Online Lombok Timur yang mengusung Tema “Peranan Cyber Media dalam Mengawal Kebijakan di Lombok Timur dan Menangkal Berita Hoax Jelang Pilpres 2019”.

Dalam Acara tersebut ada beberapa Pemateri yang hadir salahsatu diantaranya ialah , Kapolres Lombok Timur yang diwakili oleh Kasat Reserse Kriminal Sabtu (9/3/2019).

Dalam sambutannya, Ketua Panitia Sarasehan, Samsul Rizal menjelaskan, acara tersebut dilakukan mengingat merebaknya berita-berita bohong dan ujaran kebencian di media sosial akhir-akhir ini.

Selain berita-berita tentang Pemilu, kata Rizal, para netizen pun kerap “menggoreng” isu-isu kebijakan pemerintah daerah tanpa melalui konfirmasi terlebih dahulu sehingga sajian berita tidak berimbang, ujarnya.

Kepala Dinas Kominfo Lombok Timur, H. Ridhatul Yasa dalam pidatonya saat membuka acara mengajak seluruh awak media di daerah ini untuk memerangi hoaks.

           PARA PESERTA YANG MENGHADIRI KEGIATAN SARASEHAN

Menurutnya, jejak-jejak digital (elektronik) yang terpublish melalui jejaring media sosial tidak mudah dihapus, kapanpun bisa dimunculkan kembali meski telah dihapus oleh pemilik status.

Tidak bisa dipungkiri, kecanggihan teknologi informasi saat ini, kata mantan Kabag Humas dan Protokol Lombok Timur ini, membuat masyarakat gampang membuat dan mendapatkan informasi.

Karenanya, jika tidak dibarengi dengan akurasi berita, bisa jadi informasi tersebut berakibat fatal. Tidak saja bagi si pembuat berita, namun seluruh masyarakat yang mengkonsumsinya.

Maraknya berita hoaks atau berita bohong, kata Ridhatul Yasa, bertujuan untuk menipu dan menggiring opini negatif masyarakat, sehingga menimbulkan emosi dan rasa kebencian.

Menurut Data Kementerian Informasi dan Komunikasi, hingga saat ini mencatat lebih dari 800 ribu situs berita di Indonesia yang kerap menyebarkan hoaks.

Kita harus pandai-pandai menyaring informasi yang beredar, jangan diterima mentah-mentah sehingga tidak menimbulkan kerugian,” Kata Ridhatul Yasa seraya membuka acara sarasehan yang dihadiri oleh puluhan peserta.

Sementara itu, Kapolres Lombok Timur melalui Kasat Reskrim AKP. I Made Yogi Purusa utama S.I.K, dalam pemaparannya menyampaikan, bahwa penyebar berita hoaks bisa diancam sesuai dengan regulasi yang ada, yakni melanggar pasal 1 dan 2 UU Nomer 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Humum Pidana dan Pasal 28 Ayat (2) Jo. pasal 45 (2) UU Nomer 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan UU Nomer 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Transaksi Elektronik (UU ITE).

“Kami menghimbau semua lapisan masyarakat untuk lebih bijak bermedia sosial, serta turut mensukseskan Pileg –pilres 2019 yang aman ,damai dan sejuk .“Pungkas Yogi”.

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close