Polres Mataram Tangkap Oknum Staf Kemenag Lobar Kasus Pungli Dana Bantuan Masjid

Unit Tipikor Sat Reskrim Polres Mataram, masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap salah seorang oknum staf Kementerian Agama Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) berinisial BA yang terjaring OTT dalam kasus pungli Dana Bantuan Rehab Masjid.

BA ditangkap Unit Tipikor Polres Mataram, Selasa (15/1/2019), ketika melakukan pungli kepada pengurus Masjid Baiturrahman Gunungsari yang merupakan wilayah Hukum Polres Mataram.

Diakui memang pasca bencana terjadinya gempa Lombok, akhir Juli hingga awal Agustus 2018 lalu, banyak bantuan dana dari pemerintah pusat maupun dari pihak swasta, mengalir untuk membantu pembangunan kembali semua fasilitas umum, baik sekolah hingga masjid yang mengalami kerusakan.

Jumlah Masjid yang mengalami kerusakan di NTB, akibat gempa mencapai 2.026 unit masjid, baik rusak ringan, rusak sedang maupun yang berat.

Dari kerusakan tersebut, pemerintah pusat melalui APBN, Kementerian Agama mengucurkan dana senilai Rp 6 miliar untuk tahap pertama membantu 50 buah masjid yang mengalami kerusakan.

Dari dana yang cukup besar mencapai Rp 6 miliar tersebut terbagi masing-masing masjid mendapat bantuan bervariasi antara Rp 50 juta hingga Rp 200 juta, tergantung dari kerusakan. Namun persoalan pencarian dana terjadi keterlambatan.

Kapolres Mataram, AKBP Saiful Alam, S.H., S.I.K., M.H. menyatakan pihaknya bersama pihak Krimsus Polda NTB dan masyarakat, memantau proses pencarian dana yang dinilai masyarakat agak lambat dan tidak maksimal.

“Setelah dilakukan pengumpulan informasi, dalam penyaluran dana bantuan yang dinilai lambat, disebabkan dugaan terjadinya pungli khusus pada bantuan masjid,” ucap Kapolres Mataram.

Setelah diketahui dugaan terjadinya pungli, unit Tipikor Sat Reskrim Polres Mataram melakukan penyelidikan dengan pooldata dengan melakukan operasi tangkap tangan terhadap oknum ASN Kementerian Agama Lombok Barat berinisial BA.

“Tersangka BA dicurigai melakukan pungli kepada setiap pengurus masjid yang menerima bantuan, hingga dilakukan operasi tangkap tangan atau OTT terhadap yang bersangkutan,” kata AKBP Saiful Alam, S.H., S.I.K., M.H..

Secara kebetulan BA, oknum ASN Kementerian Agama Lombok Barat ini saat meminta uang sebanyak 20 porsen bari bantuan yang diterima pihak pengurus Masjid Baiturrahman di Gunungsari sebesar Rp 50 juta.

Jika tidak diberikan, BA pun mengancam tidak memberikan dan membantu mencairkan dana bantuan berikutnya. Akhirnya dengan terpaksa pengurus masjid memberikan uang yang diminta sebesar Rp 10 juta, padahal uang tersebut akan dipergunakan untuk renovasi masjid.

Namun naas gerak gerik BA terpantau Unit Tipikor Polres Mataram, hasilnya saat menerima uang, tersangka BA di tangkap berikut uang Rp 10 juta yang diterimanya dijadikan sebagai barang bukti.

Setelah ditangkap tersangka BA digelandang ke Mapolres Mataram, untuk proses penyidikan lebih lanjut.

“Kami masih melakukan pemeriksaan. Perkembangan pemeriksaan akan kami sampaikan lebih lanjut kepada rekan-rekan nanti,” pungkas Kapolres Mataram, AKBP Saiful Alam, S.H., S.I.K., M.H.

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close