Kasus Korupsi Dana Desa di Sumbawa Bikin Rugi Negara 800 Juta Lebih

konferensi pers kasus korupsi
konferensi pers kasus korupsi

Mataram – Kasus korupsi penyalahgunaan dana desa di Desa Sukamulya, Kecamatan Labangka, Kabupaten Sumbawa, NTB menyebabkan kerugian negara hingga total Rp. 897,772,024,01.

“Kerugian negara tersebut berdasarkan penjumlahan dari hasil Audit BPKP Perwakilan NTB dan Audit/Laporan Pemeriksaan Khusus dari Audiktor Inspektorat Kabupaten Sumbawa,” tutur Kabid Humas Polda NTB Kombes  Pol. Komang Suartana, SIK di Polda NTB, Selasa (15/1).

Dalam Konferensi Pers yang didampingi Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB AKBP Syarif Hidayat, SH, SIK, Kabid Humas mengatakan, terhadap tersangka berinisial AZ akan dikenakan sesuai pasal pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 undang-undang 31 tahun 1999 yang diperbarui atau dirubah menjadi undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Ancaman hukumannya seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun sampai 20 tahun dan denda Rp. 200.000.000,- sampai dengan Rp. 1.000.000.000,-” jelas Kabid Humas.

Dalam Kronologisnya diceritakan Kasubdit, kasus penyalahgunaan wewenang dan jabatan yang dilakukan oleh penyelenggara negara tingkat desa ini terkait dengan pengelolaan dan penggunaan APBDes Desa Sukamulya, Kecamatan Labangka, Kabupaten Sumbawa Barat.

“Kasusnya sesuai Laporan Polisi nomor : LP/171/V/2018/NTB/SPKT tanggal 16 Mei 2018,” ungkap AKBP Syarif Hidayat, SH, SIK.

Pada kasus ini, AZ selaku Kepala Desa telah menyalahgunakan Dana APBDes untuk keperluan pribadi seperti membeli mobil kijang LGX, membeli sepeda motor yamaha mio, menebus mobil toyota rush dan membayar angsuran kridit pada bank BPD NTB cabang Plampang, Sumbawa.

“Kami sudah melakukan tahap II dan dinyatakan P21 berdasarkan SuratKejati NTB nomor :B-2699/P.2.5/Ft.1/11/2018 tanggal 12 Nopember 2018 dan saat ini tersangka kami lakukan penahanan di Rutan polda NTB,” pungkas Kasubdit. (yos)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close