Polres Mataram Berhasil Ringkus Dua Kurir Narkoba

Kapolres Mataram, AKBP Saiful Alam, S.H., S.I.K., M.H. menunjukkan barang bukti sabu dari dua tersangka, Kamis (10/1).

Mastaram – Dua pria kawan sepermainan, LS (20) dan AG (18) ditangkap Polres Mataram. Mereka diduga memiliki sabu yang dibeli atas suruhan SM –masih buron. Sedianya dua tersangka ini mendapat upah Rp 50.000,- dari menjembatani pembelian sabu.

Dua tersangka ditangkap Selasa (8/1) lalu di Karang Baru Utara, Karang Baru, Selaparang, Mataram. Ketika itu mereka sedang pesta miras bersama tiga orang lain, JS (17), MT (22), dan ZI (15).

“Di kos-kosan itu, kami mendapat laporan sering ada pesta miras dan indikasi peredaran narkoba yang meresahkan masyarakat sekitar,” ucap Kapolres Mataram, AKBP Saiful Alam, S.H., S.I.K., M.H., Kamis (10/1) didampingi Kasatresnarkoba, AKP Kadek Adi Budi Astawa.

Kapolres Mataram, AKBP Saiful Alam, S.H., S.I.K., M.H. menginterogasi dua tersangka diduga terlibat peredaran sabu, Kamis (10/1).

Tim Satresnarkoba Polres Mataram mengembangkan laporan itu dengan penyelidikan. Sampai pada hari penggerebekan menemukan satu poket sabu seberat 0,38 gram di saku kanan tersangka AG.

“Mereka sedang berkumpul. Empat laki-laki satu perempuan. Satu orang yang inisialnya AG ditemukan mengantongi satu poket sabu,” ungkapnya.

Tim memergoki tersangka AG baru saja tiba di kos dengan tergesa. Motor yang dipakai tersangka, Honda Scoopy DR 6404 CO digeledah. Ditemukan satu set alat hisap di dalam jok motor yang dibikin dari botol bekas.

Hasil tes urine menunjukkan keduanya positif mengonsumsi sabu. Tapi dua tersangka masih sempat mengelak.

Tersangka AG bersikeras tidak sedang pesta sabu pada saat digerebek polisi. “Sehari sebelumnya saya makai. Memang makai saya, tapi bukan pas datang petugas,” aku dia yang masih duduk di bangku kelas XII SMA ini.

Penggerebekan yang membuatnya masuk penjara itu, adalah ketika dirinya diminta seseorang berinisial SM membeli sabu. Dia cuma punya tugas mengambil barang.

“Penjaga kos yang suruh. Dia bilang nanti dia kasih Rp 50.000,- Tapi sampai sekarang belum (diberikan). Pas datang polisi itu dia ndak ada di kos,” ucap tersangka LS.

Dua tersangka itu diduga melanggar pasal 112 ayat 1 UU RI No35/2009 tentang Narkotika, yang ancaman hukumannya paling singkat empat tahun.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close