Pengurusan SKCK Meningkat, Pelayanan Polres Mataram Tetap Maksimal

Mataram – Warga masyarakat Kota Mataram yang mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Polres Mataram, dalam sepekan terakhir ini meningkat.

Rata-rata perharinya mencapai mencapai 100 hingga 150 orang yang mendantangi Polres Mataram, untuk keperluan mengurus SKCK. Kondisi ini jauh berbeda dari hari-hari biasa sebelumnya.

KBO Intel Polres Mataram, Ipda Gunarto, menegaskan sampai dengan hari Kamis (10/1/2019) sudah mencapai 835 lembar SKCK yang diterbitkan Polres Mataram. Terjadi peningkatan sejak pengumuman kelulusan hasil Seleksi CPNS Tahun 2018 yang lalu.

Berdasarkan data dari jumlah total keseluruhan yang mencapai 835 SKCK yang tertinggi adalah permohonan SKCK untuk melengkapi pemberkasan CPNS yang mencapai 580 lembar SKCK.

“Artinya permohonan  yang paling banyak dari peserta yang dinyatakan lulus hasil  seleksi CPNS bulan September 2018 lalu, mereka mengurus SKCK untuk melengkapi persyatan pengusulan,” jelas KBO Intelkam Polres Mataram, Ipda Gunarto.

Selebihnya 212 lembar permhonan SKCK untuk melamar menyusul adanya pembukaan lowongan kerja di instansi BUMN seperti Bulog dan pelamar dari perusahaan swasta lainnya yang mencapai 43 permohonan SKCK, diantaranya di Gocar dan Gojek serta keperluan lain-lain.

Salah seorang pemohon SKCK, Lukman Santoso (24) warga Ampenan, menyatakan ia mengurus SKCK melengkapi bahan  melamar menjadi karyawan  di Bulog Divre NTB.

Selama melakukan pengurusan, ia mengaku  meski terjadi antrean cukup lama, namun semua terlayani dengan lancar. Lukman mengaku ia hanya dikenakan biaya Rp 30.000,- untuk biaya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP Red), selain itu tidak ada pungutan yang lain.

“Alhamdullilah berjalan lancar, walaupun antri, karena ramai dan hal  itu wajar,” ucap Lukman.

Berdasarkan Pantauan Humasresmataram.com, meskipun jumlah pengurus SKCK telah meningkat dan memadati ruang pelayanan namun pelayanan tetap berjalan efektif.

Pasalnya diruang kantor pelayanan tersebut telah memiliki fasilitas yang cukup memadai seperti, tersedia kursi yang cukup untuk mengantri, tempat menyusui, dan tersedia alat bantu untuk penyandang disabilitas seperti kursi roda.

Selain itu ruang kantor pelayanan juga telah dilengkapai dengan alat pendingin ruangan (AC) sehingga ruangan semakin sejuk yang membuat para pengurus tidak jenuh untuk menunggu antrian.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close