Kasus Laka Lantas Di Lotim Menurun

KASAT LANTAS POLRES LOTIM SAAT MEMBERIKAN KETERANGAN DI RUANG KERJANYA

Selong – Setelah dilakukan Analisa dan Evaluasi (anev) tahunan khususnya kasus lakan lantas,yang terjadi di wilayah Hukum Polres Lotim,ternyata Kasus kecelakaan lalulintas di Kabupaten Lombok Timur menurun dibandingkan dengan tahun 2017.

Kasat Lantas Polres Lotim, AKP Ryan Faisal S.I.K. di ruang kerjanya, kemarin menjelaskan, secara umum tahun 2018 banyak mengalami penurunan. Dari data dikantonginya, tahun 2017 jumlah kasus lakalantas sebanyak 456 kasus.(2/01).

Sedangkan jumlah lakalantas di tahun 2018, jumlah kasus menurun menjadi 380 kasus. “Alhamdulillah, ada penurunan hal tersebut merupakan sebuah Indikator bahwa kesadaran Masyarakat khususnya di KabupatenLombok Timur semakin meningkat dalam berkendara . semoga kedepannya Masyarakat kita makin mengerti akan pentingnya mematuhi aturan dalam berlalulintas dijalan raya, contoh kecil saja penggunaan helem dan melanggar lampu merah, itu memang hal yang terlihat Sepele namun akan terlihat besar ketika sudah terjadi laka lantas akibat tidak mematuhi Rambu – rambu lalulintas dan kelengkapan diri dalam berkendara di jalan raya.”tegas ryan”.

Tanggung jawab untuk Mencegah terjadinya Lakalantas, bukan semata – mata tanggung jawab Personel Lalulintas saja melainkan tanggung jawab Seluruh Personel Polri serta didukung oleh Masyarakat, Tanggung jawab Polri ialah bagaimana masyarakat mampu menjadi pribadi yang disiplin dalam berlalulintas. Kita tidak menginginkan melihat Masyarakat bergelimpangan akibat laka lantas, oleh karena itu  alangkah baiknya Masyarakat dengan bersinergi dan memiliki satu tujuan yaitu mengurangi angka kecelakaan bila perlu meniadakan Kecelakaan yang mengakibatkan Masyarakat Luka Berat atau bahkan meninggal Dunia

.
Dilihat dari angka lakalantas menyebabkan kematian maupun luka berat, jumlah lakalantas menyebabkan MD dan luka berat, lebih banyak dibandingkan nyawa ditelan penderita kanker. Karena itu, kasus lakalantas ini menjadi perhatian cukup serius. Sehingga Satlantas tak pernah bosan mengimbau masyarakat, agar tertib dalam berlalulintas. “Per Desember 2018 lalu, ada 11 orang lakalantas dan meninggal dunia. Jadi, dalam seminggu hampir tiga kasus lakalantas mengakibatkan meninggal dunia. Kondisi ini, patut menjadi perhatian serius masyarakat, untuk tidak mengabaikan keselamatan dalam berkendara,” tegasnya.

“Pada bulan November 2018, ada dua kasus kami nyatakan P21. Kasus dinyatakan P21, sudah dilimpahkan. Sisanya, masih sidik dan beberapa kasus diterbitkan SP3 dan diversi,” kata Ryan seraya mengatakan, tahun 2018 sebanyak 98 persen kasus lakalantas selesai.
Pada kesempatan itu, ia kembali mengimbau dan berharap pada para pengguna jalan, baik para orang tua untuk mendidik anak-anaknya menjadi orang yang taat lalulintas. Sehingga, anak-anak tidak menjadi korban lakalantas, mengakibatkan MD atau pun luka berat. “Sayangi anak bukan dengan cara memberikan anak membawa kendaraan saat bersekolah. Sayangi keselamatan dan masa depan anak kita, dengan cara para orang tua mengantar anak-anak kita ke sekolah. Jangan sampai anak-anak kita, menjadi korban lakalantas. Masa depan mereka masih panjang untuk membanggakan para orang tua,” pesannya.

Senada dengan apa yang disampaikan oleh Kasat Lantas Kapolres Lotim melalui Paur Humas mengimbau kepada seluruh lapisan Masyarakat untuk tetap mematuhi rambu – rambu lalulintas, sebelum berkendara perhatikan terlebih dahulu kelengkapan – kelengkapannya, baik kelengkapan diri maupun kelengkapan kendaraan. Hal sedemikian itu juga merupakan upaya kita dalam mengurangi angka kecelakaan. “ tegas Azwar”.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close