Polres Loteng dan Polres Lotim Duduki Peringkat Teratas dalam Hal Penangkapan Narkoba

Kapolres Lombok Tengah beserta Kasat dan KBO Narkoba melakukan Press Conference dihadapan awak media (06/11)

Praya – “Kita (Polres Loteng) bersama dengan Polres Lombok Timur (Polres Lotim) menduduki peringkat teratas dalam memberantas narkoba,” beber Kepala Kepolisian Resor Lombok Tengah (Kapolres Loteng) AKBP Budi Santosa SIK MH kepada beberapa awak media saat pelaksanaan Press Conference Operasi Antik Gatarin 2018 di Mapolres Lombok Tengah, Kamis (06/12).

Dua Polres kebanggan Polda NTB ini diam-diam menduduki peringkat teratas membasmi peredaran Narkoba dengan mengungkap sebanyak enam kasus. Khusus di Polres Lombok Tengah sendiri, dari enam kasus tersebut dapat diperoleh delapan orang tersangka yang bersama-sama berstatus sebagai pengedar dan bandar.

“penangkapan kali ini sebanyak delapan orang, dua orang pelaku merupakan pelajar yang masih berumur dibawah 18 tahun dan enam lainnya pekerja swasta. Mereka rata-rata berstatus pengedar dan bandar,” terang Kapolres Budi Santosa.

Di saat yang bersamaan, Kapolres juga menambahkan rata-rata yang tertangkap merupakan pemain lama bahkan ada yang merupakan residivis pengedar yang sudah sering lalu-lalang di balik jeruji besi.

Selama dua minggu pelaksanaan Operasi terhitung mulai tanggal 19 November hingga 2 Desember 2018. Antik kali ini dapat dikatakan membuahkan hasil yang cukup memuaskan. Dari 2 pelaku yang menjadi target operasi dapat dikembangkan menjadi delapan pelaku selain itu juga Polres Lombok Tengah mengantongi barang bukti yang cukup banyak yakni seberat 19 gram shabu dari enam buah kasus.

Menurut data yang diperoleh dari Badan Narkotika Nasional (BNN), jika diasumsikan shabu yang dijual oleh bandar atau pengedar dengan harga sebesar 150 ribu Rupiah per gramnya maka Polres Lombok Tengah berhasil mengamankan shabu senilai lebih 28 juta Rupiah. Dan setiap satu gram shabu rata-rata merenggut nyawa 10 warga masyarakat, jadi Polres Lombok Tengah berhasil menyelamatkan nyawa masyarakat sebanyak 190 jiwa.

Di tempat berbeda Kasat Narkoba AKP Dhafit Shiddiq SH SIK menghimbau kepada masyarakat mengenai daruratnya peredaran narkoba saat ini sampai-sampai melibatkan anak sekolah sebagai kurir bahkan pengedar shabu.

“kami harap masayarakat dapat saling bahu-membahu dengan pihak kepolisian untuk saling mengingatkan keluarga dekat dari ancaman bahaya narkoba.” himbaunya.

Penulis : Rozian

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close