Guna Menekan Jumlah Korban, Polres Lotim Petakan Lokasi Rawan Laka Lantas

KAPOLRES LOTIM SAAT MEMBERIKAN KETERANGAN KEPADA PARA WARTAWAN

Selong -. Berdasarkan Catatan dari Polres Lombok Timur, terhitung dari Bulan Mei hingga Oktober 2018, sudah 61 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas yang tersebar di semua wilayah Kabupaten Lombok Timur.

Kepada tribratanewsntb dan awak  media di ruang kerjanya, Selasa (13/11) kemarin, Kapolres Lombok Timur AKBP Ida Bagus Made Winarta S.I.K., mengatakan bahwa tingginya tingkat kecelakaan lalu lintas di Lombok Timur ini dipicu pelanggaran atas peraturan berlalu lintas yang pelakunya mulai Orang Dewasa bahkan anak dibawah umur. Kondisi yang demikian itu perlu mendapat perhatian semua pihak. Sebab menurutnya, untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas ini bukan semata-mata tugas polisi lalu lintas, akan tetapi seluruh Personel Polri bahkan tanggung jawab bersama semua pihak.

Oleh karena itulah, Kapolres mengharapkan para orang tua mau peduli atau memperhatikan kondisi yang menjadi atensi kepolisian ini dengan memperhatikan anak-anaknya dengan tidak memberikan anak yang belum pantas berkendara menggunakan kendaraan untuk keperluan apapun, baik ke sekolah ataupun ke tempat permainannya. Demikian halnya dengan para guru, diharapkan ikut membantu mengingatkan siswanya untuk tidak menggunakan kendaraan bermotor bagi yang belum pantas menggunakannya serta mengingatkan yang sudah pantas untuk senantiasa mentaati peraturan berlalu lintas guna menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Kita tidak membelikan bahkan tidak memberikan izin untuk mengendarai Sepeda Motor kepada anak kita, bukan berarti kita tidak sayang kepa anak kita, justru dengan kita tidak memberikan izin mengendarai Sepada Motor kita sayang dan peduli dengan keselamatan jiwanya. “tegas kapolres ”.

Sebagai upaya menekan angka laka lantas di wilayah hukum Polres Lombok Timur, Kapolres mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan pendataan seluruh polsek untuk dilakukan pemetaan wilayah agar diketahui wilayah mana saja yang dikategorikan rawan kecelakaan. Sehingga, dapat dilakukan upaya-upaya antisipasi yang baik dan tepat agar korban tidak terus bertambah.

Nantinya, lanjut Kapolres, pasca pemetaan wilayah, akan dilakukan langkah-langkah preventif dengan melakukan patroli ataupun penjagaan di jam – jam tertentu di kawasan yang dianggap rawan terjadi kecelakaan. “pungkasnya”.

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close