Satu Unit Sepeda Buat Bocah Kocak M. Rizki Maulana

KAPOLRES LOTIM SAAT MEMBERIKAN SEPEDA KEPADA M. RIZKI MAULANA

Selong – Muhammad Rizki Maulana, itulah nama lengkap dari Bocah lucu yang menangis saat ditilang oleh Bripka Handang  Jaamaldinata, Pelajar yang sempat viral lantaran nangis tersedu-sedu saat berhadapan dengan Polantas Satlantas Polres Lotim, Senin pagi Kemarin kini dapat senyum sumringah setelah mendapatkan hadiah dari Polres Lombok Timur (13/11).

Muhamad Rizki maulana merupakan Pelajar yang bersekolah di Madrasah Tsanawiyah (MTS) Darul Abidin Desa grisak Smanggleng Kecamatan Sakra Barat ini membuat dunia maya heboh atas aksi kocak saat di tiliang polisi. Meski menangis namun akibat tingkahnya yang membuat orang tertawa menjadikan si penontonnya merasa terhibur dan tertawa terpingkal – pingkal.

Meski melakukan pelanggaran dan Sepeda Motornya masih ditahan aparat Kepolisian, Pelajar kelas satu MTs ini, Selasa (13/11) kembali dipanggil oleh pihak berwajib. Bukan untuk mengambil sepeda motornya yang kini masih ditahan oleh Sat lantas, Melainkan diberikan sebuah sepeda yang kualitasnya cukup baik yang akan digunaan untuk bersekolah dan tidak lagi mengendarai sepeda motor sebelum cukup umur.

Dengan menggunakan pakaian Pramuka menggunakan celana panjang, dan Peci hitam, rizki sapaan akrabnya tiba di Polres Lombok Timur dengan didampingi oleh beberapa orang keluarganya. Kedatangannya pun menjadi perhatian sejumlah awak media dan aparat kepolisian untuk berfoto bersama. Bahkan dirinya memberikan alasan kenapa dirinya ditilang oleh aparat kepolisian.

“ Saya dipanggil karena saya melakukan kesalahan dan kesalahan saya karena melanggar lalu lintas. terangnya saat ditanya di depan Lobi Polres Lotim

Menurut Rizki Kesalahan pertamanya ialah  menggunakan sepeda motor, padahal, diusiannya belum pantas mengunakan sepeda motor. Kesalaha kedua, tidak menggunakan helm pada saat berkendara dan, dan masih banyak kesalahan lainya. “ Karena saya banyak kesalahan makanya sepeda motor saya sampai saat ini ditahan, para awak Media yang mewawancarai Rizki dibuat tertawa terbahak – bahak saat  Rizki mengaku bahwa dirinya Kapok mengendarai Sepeda Motor di Jalan Raya.

ia mengungkapkan, dirinya mengunakan sepeda motor karena sudah pergi ke rumah ibunya yang ada di Desa lendang nangka karena berpisah dengan ayahnya. Sementara ayahnya sendiri saat ini masih berada di penampungan  yang ada di Jakarta untuk pergi menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dengan tujuan Negara Taiwan.

“ Niat saya hanya mau menjenguk ibu saya ke lendang nangka, bukan mau main – main, tapi saya malah ditilang polisi,tapi saya akui memang saya salah”jelas Rizki”.

Sementara itu, H Aminullah yang merupakan kakeknya rizki mengakui setiap hari memang rizki menggunakan sepeda motor ke Sekolah. Karena orang tuanya tidak ada dirumah sehingga salah satu cara untuk bersekolah hanya menggunakan Sepeda Motor. Namun pada saat cucunya ditilang,dirinya tidak mengetahui kalau akan pergi kerumah ibunya.“ Saya tau Rizki pergi kerumah ibunya setelah dia pulang sekolah,”katanya.

H. Aminullah yang merupakan marbot masjid tersebut mengaku sadar akan pentingnya berlalu lintas, dan akan menjadikan ini sebagai pembelajaran kedepan. apalagi dengan diberikanya hadiah oleh polisi. “ Mulai sekarang saya tidak akan berikan dia pakai sepeda motor, cukup pakai sepeda kayuh saja agar bisa memotivasi siswa yang lainnya,”katanya.

Sepeda tersebut diberikan langsung Kapolres Lombok Timur Ida Bagus Made Winarta ,S.I.K didampingi oleh Kasat Lantas dan Bripka Handang yang  merupakan Anggota Sat lantas yang menilang Rizki Maulana, sesaat setelah menghafalkan Pancasila Dihadapan Kappolres Lotim dan beberapa awak Media. AKP. Riyan Faisal selaku Kasat Lantas mengatakan pemberian sepeda ini dilakukan tentunya dengan berbagai pertimbangan, bukan karena dia melakukan pelanggaran melainkan agar rizki maulana tidak mengulangi kesalahannya dan menjadikan ini sebagai pembelajaran. terlebih lagi Rizki juga orang tuanya sudah cerai paling tidak dengan kita berikan Sepeda Rizki merasa selain orang tuanya ada juga orang lain yang peduli atas dirinya dan Masa depannya. Selain itu menggunakan sepeda kayuh memang lebih pantas di gunakan oleh siswa seusianya, selain lebih sehat juga lebih aman tentunya.”unkap Riyan”.

“Alangkah baiknya untuk siswa yang belum memiliki SIM ini menggunakan sepeda kayuh, bukan sepeda motor, dan ini sebagai pembelajaran bagi kita semuu terutama orang tua,”katanya.

Untuk itu, ia menghimbau bagi pengendara, agar tetap menyayangi anaknya dengan  mengawasi dalam penggunaan sepeda motor. Karena angka kecelakaan di Lombok timur merupakan angka yang tertinggi di NTB. Untuk itu, jangan sampai anak – anak kita yang menjadi korban dari kecelakaan lalu lintas berikutnya,”himbaunya.

Sementara Itu Iptu I Made Tista Selaku Kasubbag Humas Polres Lotim, mengimbau kepada Seluruh Laopisan Masyarakat untuk tetap mengawasi dan memantau keberadaan anaknya yang masih dibawah umur, jangan sampai menggunakan Sepeda Motor, karena hal demikian itu  melanggar undang – undang lalulintas, selain melanggar undang – undang, mengendarai sepeda Motor masih dibawah umur juga memiliki Resiko Kecelakaan yang lebih tinggi, karena anak dibawah umur cenderung kebut – kebutan saat mengendarai Sepeda Motor, mungkin itu disebabkan karena jiwanya yang Masih Labil. “pungkas Tista”.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close