Polres Mataram Gerebek Tempat Produksi Tuak di Lingsar

Penggerebekan tempat produksi miras tradisional jenis tuak di Lingsar, Lombok Barat oleh Satsabhara Polres Mataram, Kamis (8/11).

Mataram – Penjualan miras tradisional belum sepenuhnya bisa diberantas. Meski sudah berulang kali terciduk razia, penjaja tuak masih ada bermunculan. Demi mencegah konflik sosial disebabkan pengaruh miras, razia kembali digiatkan.

Polres Mataram membongkar bisnis miras tradisional di kawasan Lingsar, Lombok Barat. Tempat tersebut juga disinyalir sebagai tempat produksi.

Kasat Sabhara Polres Mataram, AKP I Made Astina menyebutkan, pada Kamis (8/11) pihaknya menggerebek dua lokasi. “Totalnya ada 120 liter yang kita amankan,” ucapnya.

Di Pemangkalan, Lingsar, Lombok Barat, polisi mengamankan 30 liter tuak yang ditampung dalam 48 botol kemasan 1,5 liter dan satu jeriken. Setelah ditelusuri, dagangan itu milik NP alias PT (20).

Kemudian di Punikan Utara, Lingsar, Lombok Barat, pihaknya mengamankan KS alias SD (23). Di rumah itu ditemukan tiga jeriken tuak, yang isinya setara 90 liter.

“Dua pelaku ini ditindak dengan tindak pidana ringan,” ucap Astina. Penindakan itu sesuai dengan yang diatur dalam Perda Kota Mataram No 2/2015.

Astina mengatakan, tempat produksi dan penjualan tuak itu semula terbongkar dari terciduknya dua orang kurir saat razia Operasi Zebra dua hari lalu. Mereka mengangkut tuak menggunakan sepeda motor yang sudah dimodifikasi.

Yakni membuat boks khusus. Seolah seperti distributor kelontong. Namun ternyata di dalam boks isinya jeriken tuak.

“Penindakan serupa akan terus kita lakukan. Karena apabila miras ini tidak diberantas maka bisa berpengaruh pada kondusivitas. Apalagi ini sedang masa Pemilu. Pengaruh miras bisa membuat konflik,” tutup AKP I Made Astina.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close