11 Macam Pelanggaran Utama Operasi Zebra 2018

 

Operasi Zebra yang digelar diseluruh Indonesia mulai dari tanggal 30 Oktober – 12 November yang berlansung selama 14 hari tanpa terkecuali juga berlaku di Satlantas Polres Bima Kota, Nusa  Tenggara Barat. Ada 11 macam sasaran utama dalam giat oparasi ini.

“Pengendara motor yang tidak memakai helm ber-standar SNI, pengendara motor dibawah umur, pengendara sambil menggunakan hand phone, pengendara yang melawan arus, pengendara yang tidak memakai safety belt atau sabuk pengaman bagi pengendara mobil, tidak memiliki SIM dan STNK dll”, ungkap AKP Supyan Hadi,SH selaku Kasat Lantas Polres Bima Kota.

Adapun penjabaran pengendara baik mobil dan motor yang dinyatakan telah melanggar adalah Sbb:

(1). Pengendara yang melanggar mengenai helm, maka akan kena tilang sebesar Rp 250.000

(2). Pengendara yang tidak memiliki STNK, maka akan kena tilang sebesar Rp 500.000

(3). Pengendara yang tidak memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi), meskipun memiliki, tapi kalau tidak dibawa, maka tetap juga akan kena tilang sebesar Rp 1.000.000

(4). Tidak memiliki STNK  dan SIM, meskipun punya tapi pada saat berkendara tidak dibawah, maka akan pula dikenakan tilang sebesar Rp 1.500.000

Berdasarkan keterangan Kasat Lantas Polres Bima Kota pada saat ikut serta dalam Patroli/sosialisasi dialogis yang berlangsung di SMA 1 Kota Bima  (7/11), bebernya, giat operasi yang telah mereka laksanakan selama sepuluh belas hari yang tersebar Emapat titik dan empat Kecamatan, pelanggaran terbanyak  saat ini yakni masalah pelanggaran helm jelas Kasat lantas

Bagaimana animo masyarakat Kota Bima terkait kelengkapan dan kepatuhan dalam mengendara saat ini?.

“Alhamdulillah animo masyarakat Kota Bima selama sudah tercium dan terdengar akan ada operasi, ya, sudah cukup tertib. Terutama pengendara dalam kota, biar anak sekolah sudah tertib menggunakan helm semua”, terangnya Kasat lantas.

Untuk itu dia kembali mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Bima, terutama orang tua jangan pernah memberikan kesempatan terhadap anak dibawah umur untuk membawah kendaraan. Selain itu, bagi pengendara yang lain juga, bila sementara berkendara, janganlah nyetir sambil main hand phone atau menelpon.

Pintanya, marilah tertib dalam berlalu lintas. Dan utamakanlah keselamatan dalam berkendara. Sebab, keluarga, anak dan istri senantiasa menunggu kita di Rumah tutupnya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close