Sempat Diamuk Massa, Dua Residivis Curanmor Berhasil Diamankan Polsek Mataram

Kapolres Mataram, AKBP Saiful Alam, SH., S.I.K., MH. (tengah) menunjukkan dua tersangka kasus pencurian sepeda motor TKP Rembiga Utara, Senin (5/11).

Mataram – Duet pencuri motor LWP (23) dan RAS (23) gagal membawa pulang Kawasaki KLX yang dibobolnya. Mereka tertangkap basah oleh korban. Meski diamuk massa, mereka masih selamat karena langsung dievakuasi oleh Tim Opsnal Polsek Mataram.

Kapolres Mataram, AKBP Saiful Alam, SH., S.I.K., MH. menyebutkan, para pelaku bukan pemain baru pada kasus pencurian motor di wilayah kota Mataram. “Para pelaku residivis kambuhan. Sudah sering keluar masuk penjara,” ujarnya Senin (5/11) didampingi Kapolsek Mataram, Kompol Yusuf dan Kasubbag Humas, Ipda Wiwin Widarti.

Dua pelaku kedapatan membawa kabur Kawasaki KLX nomor polisi DR 2367 CB, dari rumah korban di Rembiga Utara, Rembiga, Selaparang.

Kronologisnya, kata AKBP Saiful Alam, SH., S.I.K., MH., dua pelaku berangkat dari rumah tersangka LWP di Punia, Mataram pada Kamis (25/9) siang. Mereka mengendarai Honda Scoopy DR 3629 CN. Sampai di rumah korban, LWP merangsek masuk ke garasi rumah. Sementara RAS menanti di gang depan memantau situasi.

Begitu kunci kontak motor sukses dibobol pakai kunci T, LWP mengendap mendorong motor keluar.
Seketika motor curian itu menyala, LWP kepergok. Korban berteriak maling. Warga sekitar berkerumun. “Baju pelaku LWP sempat ditarik korban, sampai pelaku terjatuh,” tutur AKBP Saiful Alam, SH., S.I.K., MH..

Alih-alih menyerah, LWP justru melawan. Tapi karena jalah jumlah dengan korban yang dibantu warga, LWP dapat ditangkap juga.

Kesibukan warga Rembiga Utara siang itu belum tandas. Kawan LWP, RAS juga hendak kabur. RAS sempat jatuh karena ditendang. Lalu kabur dengan berlari. Tersangka RAS cukup licik. Dalam pelariannya dia masuk ke masjid. Berpura-pura ikut salat berjamaah. Tapi kedoknya langsung terbongkar.

“Ketahuan gelagatnya oleh warga. Akhirnya selesai salat pelaku yang kawannya ini dapat diamankan juga,” jelasnya.

Dua pelaku yang sudah menjadi tersangka atas dugaan pelanggaran pasal 363 KUHP itu kini sudah diamankan di Polsek Mataram. Sementara taksiran kerugian korban mencapai Rp 21.000.000,-.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close