Polres Lotim Laksanakan Apel Gelar Pasukan Operas Zebra Gatarin 2018

WAKA POLRES LOTIM SAAT MENYEMATKAN PITA TANDA OPERASI

Selong – Terhitung sejak 30 Oktober hingga 12 November mendatang, Kepolisian Resor Lombok Timur akan menggelar Operasi Zebra yang dimaksudkan untuk memelihara keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran berlalu lintas. Operasi ini dilakukan secara serentak di seluruh wiayah Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat. Demikian disampaikan Wakapolres Lombok Timur, Kompol Wendy Oktariansyah saat memimpin apel gelar pasukan Operasi Zebra di halaman Polres Lombok Timur, Selasa (30/10) kemarin.

Dalam amanat Kepala Korps Lalulinta Mabes Polri Waka Polres mengungkapkan bahwa pelanggaran lalu lintas masih cukup banyak. Karenanya, untuk mengatasi permasalahan tersebut, tidak bisa dilakukan dengan berdiam diri, melainkan wajib bertindak dan melakukan berbagai upaya dengan memberdayakan seluruh stakeholder supaya dapat diambil langkah yang komprehensif dan menyelesaikan permasalahan lalu lintas dengan tuntas. Koordinasi bersama antar instansi pemerintah yang bertanggung jawab dalam membina dan memelihara kamseltibcar lalu lintas mutlak diperlukan demi terciptanya keterpaduan langkah yang dapat menunjang pelaksanaan tugas.

Merujuk amanat Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan serta Resolusi PBB tentang Decade Of Action dan dijabarkan melalui Keppres Nomor 4 Tahun 2011 tentang rencana umum nasional keselamatan lalu lintas, di tahun 2017 pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2017 tentang keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan yang semua itu merupakan langkah-langkah kepedulian negara untuk mewujudkan dan memelihara keamanan, keselamatan dan kelancaran serta ketertiban berlalu lintas (kamseltibcar lantas), meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas, membangun budaya tertib berlalu lintas, meningkatkan kualitas pelayanan kepada publik.

Keempat point di atas merupakan hal yang kompleks dan tidak bisa ditangani oleh polantas sendiri, melainkan sinergitas antar pemangku kepentingan menjadi sangat mendasar dalam menemukan akar masalah, dan solusinya yang diterima dan dijalankan oleh semua pihak.

Pada pelaksanaan Operasi Zebra tahun 2018 kali ini, ada beberapa prioritas pelanggaran yang menjadi sasaran operasi karena berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas, di antaranya, pengemudi yang menggunakan handphone, pengemudi melawan arus, pengemudi sepeda motor yang berboncengan lebih dari satu orang, pengemudi di bawah umur, pengemudi dan penumpang sepeda motor yang tidak menggunakan helm SNI, pengemudi kendaraan bermotor yang menggunakan narkoba atau dalam keadaan mabuk dan pengemudi yang berkendara melebihi batas kecepatan yang ditentukan.

Operasi Zebra ini diharapkan akan dapat mendorong tercapainya tujuan operasi, yaitu meningkatnya disiplin masyarakat dalam berlalu lintas di jalan raya, meminimalisasi pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, menurunnya tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas, meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap polri dan terwujudnya situasi kamseltibcar lantas menjelang perayaan Natal tahun 2018 dan tahun baru 1 Januari 2019.

Iptu I Made Tista selaku Kasubbag Humas berharap, Operasi Kepolisian terpusat dengan sandi Operasi Zebra Gatarin 2018 dapat berjalan dengan lancar, namun kelancaran tersebut tentu didukung dengan Masyarakat yang sadar akan pentingnya ketertiban dalam berlalulintas di jalan raya, oleh karena itu kami harapkan kepada seluruh lapisan Masyarakat khususnya yang ada di wilayah Kabupaten Lombok Timur untuk melengkapi kelengkapan diri dan kendaraan sebelum menggunakan kendaraan atau melintas di jalan raya.”Pungkas Tista”.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close