Menjelang Pertemuan IMF di Bali, Pengamanan Pelabuhan Lembar Diperketat

Lembar – Kapolres Lombok Barat AKBP Hery Wahyudi, S.I.K menyoroti masalah teknis keamanan dan keselamatan penumpang, khususnya di Penyeberangan Pelabuhan Lembar, Selasa (02/10).

Hal ini disampaikan oleh Kapolres dalam kegiatan Rapat koordinasi bersama Dir Pam Obvit Polda NTB Kombes Pol Gatut Kurnia, S.I.K, Otoritas Pelabuhan Lembar, para Pengelola Angkutan Bus, dan para Pejabat Utama Polres Lobar di Mapolres Lombok Barat.

“Saat ini pendataan penumpang sangat minim, hanya bersifat kuantitatif, atau jumlah tanpa mengetahui identitas penumpang,” ungkapnya.

Kapolres juga mengatakan dalam pembelian tiket penyeberangan yang selama ini tidak pernah melampirkan data calon penumpang.

Pembelian tiket penyeberangan dilakukan seperti pembelian tiket dibandara, agar nama yang tertera pada tiket, harus sama dengan identitas diri untuk memudahkan mengidentifikasi calon penumpang.

Kapolres menekankan bahwa pendataan penumpang di Pelabuhan sangat penting untuk dilaksanakan, agar tidak terjadi penolakan penumpang saat tiba di Pelabuhan Padangbai Bali.

“Jangan sampai karena tidak memiliki identitas diri, penumpang yang telah tiba di Pelabuhan Padangbai Bali ditolak dan dikembalikan ke Lombok,” katanya.

Kapolres menambahkan apabila identitas penumpang terdata, ini juga akan memudahkan pihak penyeberangan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya dalam pengurusan asuransi.

 “Polda NTB dan Polda Jatim ikut melakukan pengamanan imbangan untuk mensukseskan kegiatan Konferensi IMF yang dihadiri oleh delegasi asing dari berbagai negara,” imbuhnya.

Awalnya delegasi akan mengunjungi Pulau Lombok, namun karena terjadi gempa bumi yang melanda NTB, sehingga rencana tersebut dibatalkan.

“Tetapi Wilayah kita sebagai wilayah evakuasi, apabila terjadi hal-hal yang tidak di inginkan,” imbuhnya.

Kapolres menjelaskan terdapat dua jalur evakuasi alternatif di Wilayah NTB yaitu Pelabuhan Lembar dan  Bandara Internasional Lombok.

Selanjutnya Kepala KSOP Pelabuhan Lembar M. Hemawan mengaku bahwa pihaknya selama ini pihaknya telah mencoba menyusun SOP terkait Tiketing untuk pendataan Calon penumpang, namun belum terealisasi.

“Masalah tiketing data penumpang, kita akan secepatnya melakukan koordinasi dengan Asosiasi untuk menyelesaikan kendala pendataan Tiketing calon penumpang,” ungkapnya.

KSOP menjelaskan bahwa di pelabuhan Lembar saat ini beropersi sebanyak 18 kapal, namun terkendala dengan waktu yang sangat singkat dalam proses bongkar muat, sehingga tidak sempat melaksanakan pemeriksaan identitas calon penumpang.

“Saya harapkan ada penambahan waktu bongkar muat sehingga pendataan identitas dapat berjalan dengan maksimal, untuk mendukung tugas Kepolisian” imbuhnya.

KSOP mengatakan bahwa dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan asosiasi Penyeberangan untuk membuat Posko terpadu guna mendukung kegiatan pengamanan Konferensi IMF di Bali.

Kemudian Koda P. Nelson dari pihak BPTD mengatakan bahwa untuk data manifest calon penumpang yang menggunakan jasa angkutan bus, sudah berjalan yaitu setiap pembelian tiket harus menuliskan identitas dalam struk tiket karena sebelum pembelian tiket, penumpang harus melampirkan Fotocofy KTP.

Terakhir Dir Pam Obvit Polda NTB Kombes Pol Gatut Kurnia, S.I.K mengatakan bahwa menindak lanjuti hasil rapat tingkat Polda terkait penyelenggaraan IMF dibali, Polda NTB akan melaksanakan giat imbangan bersama instansi terkait.

“Sebagai informasi ada sekitar 6 ribu delegasi asing datang ke Bali, maka pemerintah pusat berkonsentrasi untuk mensukseskan pelaksanaan konferensi,” ungkapnya.

Dir Pam Obvit juga menjelaskan bahwa dari hasil koordinasi dengan Polda Bali, bahwa bila panumpang tanpa dilengkapi identitas yang jelas, tidak perbolehkan masuk ke Bali. “untuk itu saya harapkan kerjasama semua pihak, agar calon penumpang yang akan menuju ke Bali benar-benar di data, jangan sampai dipulangkan kembali ke NTB,” tutupnya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close