Kapolres Mataram Laksanakan Pertemuan Pasca Tanggap Darurat Wilayah Lingsar

Mataram – Kapolres Mataram AKBP Muhammad, SIK melaksanakan giat pertemuan pasca tanggap darurat di Mako Polsek Lingsar, Kecamatan lingsar, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Minggu (26/08/2018) pukul 09.00 Wita.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Bupati Lobar / diwakili oleh Kepala Bapeda Dr.H.Baehaqi, Dandim Lobar Letkol Joko Rahmanto, Camat Lingsar Rusditah S.Sos, Perwira Polres Mataram dan seluruh kepala desa serta kepala dusun, Babinsa dan Bhabinkamtibmas se-Kecamatan Lingsar. Seluruh hadirin sekitar 60 Orang.

Sambutan pertama disampaikan oleh Kapolres Mataram yang menyampaikan bahwa dalam waktu tiga minggu di wilayah Mataram terkena dampak gempa, bahkan hingga tadi malam masih ada. Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada hadirin, dan menjelaskan maksud mengundang para tamu karena musibah yang terjadi menimbulkan banyak korban – korban jiwa maupun materi. Sehingga Kapolres Mataram mengajak para tamu untuk mengembalikan kondisi Lombok, “sehingga kita tenang beraktivitas dan bekerja. Kami minta masukan Dandim Bupati atau kepala Bappeda yang mewakili Bupati Lombok Barat, kita inginkan adanya masukan dari seluruh hadirin yang ada. Kita sebagai aparat pemerintahan supaya kita bisa membuat ketenangan ditengah masyarakat terkait banyaknya isu yang meresahkan masyarakat,” jelas AKBP Muhammad SIK.

Harapan Kapolres Mataram agar Kedepannya tidak ada lagi hal-hal yang bisa mengganggu kenyamanan masyarakat Lingsar.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dandim Lobar yang pada intinya menyampaikan permintaan maafnya kepada warga Lingsar Karena luasnya wilayah yang harus kami tangani karena wilayah Kodim Lombok Barat sampai Lombok Utara masa transisi ini akan diperkuat oleh pertambahan pasukan untuk membantu warga membersihkan puing-puing bangunan. Panglima TNI dan Kapolri membentuk Satgas dengan pembagian sektor dengan tugas-tugas tambahan.

Berikutnya Kepala Bappeda Lombok Barat menyampaikan, “Saya hadir mewakili Bupati dan menyampaikan salam hormat beliau tidak dapat hadir dalam acara ini, seiring dengan terjadinya bencana gempa di masyarakat berkembang banyak sekali isu yang meresahkan masyarakat sehingga sedikit mengganggu roda perekonomian di tengah masyarakat. Dengan adanya pertemuan ini diharapkan terungkap permasalahan yang ada dengan segera dan dengan cepat dapat saya laporkan kepada Bupati untuk diambilkan sikap secara cepat,” tutur Dr.H.Baehaqi.

Acara selanjutnya dialog atau tanya jawab langsung disampaikan oleh masing – masing kades dan dari hasil tanya jawab tersebut, tanggapan dari Bappeda bahwa 54.000 rumah yang akan diverifikasi dengan tenaga 70 orang di mana kemampuan masing-masing satu orang verifikator adalah 15 rumah per hari. Saat ini tenaga verifikator telah ditambah menjadi 300 orang, “mudahan dalam waktu dekat segera bisa di tuntaskan,” harapnya.

Menanggapi hal tersebut Kapolres Mataram juga memberikan himbauan kepada para tamu agar turut serta membantu kepolisian dalam menjaga keamanan dan kepala desa selalu berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa. “Silakan rekan-rekan kepala desa bisa melalui Babinkamtibmas menyampaikan kebutuhan warga sehingga paling tidak bisa membantu meringankan beban warga,” tambahnya

Secara umum pengungsi di setiap setiap desa hingga sat ini masih membutuhkan terpal (tenda), tandon air, MCK (Mandi Cuci Kakus), posko kesehatan, dan selimut untuk bayi dan lansia. Acara berakhir pada pukul 10.50 Wita dalam keadaan aman dan lancar.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close