Soal Fenomena Jejak Telapak Tangan, Ini Kata Polisi…

kata polisi soal jejak tangan
kata polisi soal jejak tangan

Mataram – Pasca multiple gempabumi yang terjadi di Lombok sejak tanggal 29 Juli 2018 lalu, psikologi masyarakat kian labil. Hal ini membuat polisi bekerja keras untuk memulihkan semangat masyarakat yang trauma dan merasa khawatir akan beberapa peristiwa sosial yang mengikuti bencana yang terjadi.

Setelah sebelumnya merebak isu tentang perampok yang terorganisir dan tegas ditepis polisi, kini muncul isu baru yang kembali membuat resah masyarakat yakni jejak telapak tangan menempel jelas di dinding–dinding rumah warga.

Dari informasi yang dihimpun, fenomena jejak telapak tangan ini tidak hanya terjadi disatu rumah warga, namun muncul pada lebih dari satu rumah warga, bahkan di beberapa wilayah yang berbeda. Baca Juga Pemda Validasi Bangunan Rusak Akibat Gempa di Lombok Tengah23 Agu 2018 Jokowi Perintahkan Penanganan Korban Gempa NTB Harus Tuntas 6 Bulan23 Agu 2018 Polisi Bagikan Daging Kurban untuk Pengungsi di Lombok Tengah22 Agu 2018 Momentum Idul Adha, Wagub NTB Ajak Masyarakat Jauhi Maksiat22 Agu 2018 Seorang warga pemilik rumah yang dipapari jejak telapak tangan di Desa Darek, Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Baridah (46) menjelaskan mengenai bekas telapak tangan yang muncul secara tiba–tiba di rumahnya.

“Awalnya tidak ada bekas apa–apa di tembok kamar saya, tapi begitu saya masuk saya jadi terkejut, dengan adanya bekas telapak tangan di tembok rumah, saya juga tidak tahu ini bekas tangan apa,” jelasnya.

Mengenai ini, Kabid Humas Polda NTB, AKBP Komang Suartana yang ditemui di ruangannya, Jum’at (24/8) mengaku pihak Kepolisian saat ini tengah menyelidiki mengenai fenomena jejak telapak tangan yang kini meresahkan masyarakat. “Kita sedang selidiki” katanya.

Namun begitu, dia berpesan agar masyarakat tidak perlu terlampau khawatir dengan hal tersebut. Apalagi dari isu yang berkembang dihubung–hubungkan dengan hal–hal yang tidak rasional seperti tumbal anak dan lain sebagainya.

“Hingga saat ini tidak ada satupun laporan mengenai anak hilang atau kejahatan lainnya setelah merebaknya fenomena ini,” tegas Komang.

Dia mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan memperbanyak ibadah kepada Tuhan yang menguasai alam semesta dan berharap semuanya akan kembali pulih seperti sedia kala.

“Kita fokus saja pada membangun kembali Lombok menjadi lebih baik,” tutupnya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close