Kembali Berulah, Residivis Curat Kembali Ditangkap Polisi

polisi amankan residivis curat
polisi amankan residivis curat

Mataram – Uloh, 23 tahun, kembali berurusan dengan polisi. Dia ditangkap tim Resmob Polres Mataram karena masuk dalam jaringan pencuri spesialis rumah kosong. Tertangkapnya Uloh, menyusul Mail, rekannya yang lebih dulu diamankan polisi pada pekan lalu.

Mail dan Uloh merupakan terduga pelaku yang menyatroni sebuah rumah di Lingkungan Kebon Daya Indah, Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pencurian itu, kata Kapolres Mataram AKBP Muhammad, terjadi pada 18 Juni lalu. Keempat pelaku memanjat tembok pagar dan masuk melalui pintu belakang. Ketika pencurian terjadi, korban sedang tidak berada di rumahnya.

Pelaku kemudian merusak pintu belakang dan menggasak harta benda milik korban. Muhammad mengatakan, komplotan ini sebetulnya merupakan spesialis pencuri televisi. Tetapi, di pencurian terakhir, mereka juga membawa satu unit motor Honda Scoopy milik korban.

Pencarian terhadap pelaku curat dilakukan tim Resmob Polres Mataram. Petunjuk dari masyarakat diperoleh petugas setelah satu bulan melakukan penyelidikan. Informasi itu menyebutkan, motor hasil curian digunakan pelaku Mail.

”Kita tangkap dulu Mail, di Kelurahan Pejeruk,” ujar Kapolres, kemarin (31/7).

Selanjutnya, Mail menyebutkan keberadaan Uloh. Informasi itu ditindaklanjuti polisi dengan mendatangi warung di wilayah Jempong Barat, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, kemarin.

”Pelaku lagi di warung, kita tangkap tanpa perlawanan,” kata Muhammad.

Lebih lanjut, Kapolres menyebut masih ada dua pelaku lainnya yang masih dikejar jajarannya. Anggota telah mengantongi identitas dan menyebar di lapangan, untuk melakukan penangkapan.

”Masih ada dua orang lagi. Ini lagi dikejar,” ungkap dia.

Dalam penangkapan kemarin, polisi mengamankan satu unit televisi hasil curian kompolotan ini. Barang bukti diamankan polisi di wilayah Dasan Agung, Kota Mataram.

Sementara itu, Uloh mengaku tidak terlibat pencurian tersebut. Dia hanya menerima permintaan dari UN dan RA, dua pelaku lain yang masih buron, untuk menjualkan televisi hasil curian. ”Saya cuma disuruh jual saja,” aku Uloh.

Pelaku Uloh sebelumnya pernah tersangkut kasus serupa. Dia juga telah menjalani hukuman di Lapas Mataram dan baru bebas awal tahun ini.

Uloh mengatakan, dia kemudian menuruti permintaan UN dan RA. Televisi dijual kepada seseorang di wilayah Dasan Agung, seharga Rp 2,5 juta. Hasil penjualannya, diberikan kepada kedua pelaku.

”Saya cuma dapat Rp 100 ribu,” pungkas dia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close