Ketika Hati Nurani Kami Terpanggil

RS. Bhayangkara memberikan pelayanan terbaik berupa pengobatan dan perawatan terhadap Korban Bencana Alam Gempa Bumi

Mataram, Tim Dokpol Rumah Sakit Bhayangkara Mataram Yang dipimpin langsung oleh Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Mataram dr. Dafianto Arief bersama anggota lainnya berangkat menuju tempat disekitar titik tempat terjadinya bencana alam gempa bumi yang banyak mengakibatkan Korban Jiwa maupun korban material untuk memberikan bantuan dan membackup petugas medis lainnya yang berada disekitar tempat kejadian.

Tugas kali ini menyangkut tindakan kemanusiaan dengan memberikan bantuan berupa pengobatan, perawatan, dan moril bagi para korban bencana alam, baik terhadap korban luka luka maupun kepada keluarga korban yang harus kehilangan anggota keluarganya pasca gempa tersebut “Ujar Karumkit Bhayangkara Mataram.

Kasubidyanmedokpol membantu mengevakuasi korban

Menurut data sementara yang didapat di lapangan oleh petugas Dokpol Rs. Bhayangkara Mataram korban yang terdata sementara yang meninggal dunia dari kabupaten Lombok Timur sebanyak 11 orang salah satunya adalah WNA asal Malaysia, dan untuk yang mendapatkan perawatan serta dirujuk ke rumah sakit yang ada di kabupaten Lombok timur dan RSUP Mataram sebanyak 92 orang, sedangkan untuk korban material sebanyak 373 rumah dalam keadaan rusak berat dan 260 rumah dalam keadaan rusak ringan.

Karumkit dan Kaurwasbin Rs. Bhayangkara meninjau kondisi Korban Gempa

Sedangkan untuk wilayah lombok utara sebanyak 4 orang meninggal dunia,dan korban luka berat sebanyak 5 orang 2 diantaranya sudah dilarikan ke RSU Provinsi untuk dirujuk,untuk kerugian material sebanyak 41 rumah rusak berat, 74 rumah rusak sedang dan sebanyak 255 rumah rusak ringan.

Karumkit Bhayangkara bersama Kapuskesmas Belanting mengunjungi korban yang meninggal dunia

Total sementara hingga saat ini korban yang meninggal dunia sebanyak 15 orang baik dari Kabupaten Lombok timur maupun Kabupaten Lombok Utara.

Tim Dokpol RS. Bhayangkara memeriksa kondisi korban di tenda penampungan korban bencana

Hingga saat ini di Kecamatan Sambelia masih dilakukan upaya pengobatan,evakuasi, dan pendataan terhadap korban yang dilakukan oleh BPBD Kab. Lombok Timur, Team DVI Biddokes Polda NTB, RS. Bhayangkara Mataram, Polres Lombok Timur, Polsek Sambelia, Puskesmas Belanting, tim medis Brimob Polda NTB, 119 RS. Mataram, Pemerintah Kec. Sambelia, TNI, Pol PP, PMI dan para relawan dari berbagai LSM yang berpusat di desa Medayin, Kec.sambelia, Kab. Lombok Timur bersinergi melayani masyarakat yang tertimpa musibah.

Pusat Gempa dari BMKG
Kondisi Rumah penduduk akibat gempa bumi

Seperti diketahui gempa bumi tektonik mengguncang Lombok, Bali, dan Sumbawa minggu (29/7) dengan kekuatan 6.4 SR. Gempa yang terjadi sekitar pukul 06.47 WITA tersebut terletak pada koordinat 8,4 LS dan 116,5 BT, atau tepatnya berlokasi didarat paj jarak 47 km arah timur laut kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat pada kedalaman 24 km.

Kondisi Warga di tenda penampungan
Karumkit bersama tim dokpol melihat warga yang menjadi korban meninggal dunia

Hingga saat ini (pukul 16.00) telah terjadi 133 kali gempa susulan dengan magnitudo 5.7 SR. Karenanya kami meminta masyarakat untuk tetap waspada, namun tetap tenang dan jangan panik,”ungkap Dwikorita Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pusat.

Korban Jiwa yang meninggal dunia akibat bencana Gempa bumi

Dwikorita juga meminta kepada masyarakat untuk tidak mempercayai berita Hoax yang menyebar pasca gempa. Hingga saat ini kata dia, BMKG terus memantau perkembangan gempa dari Pusat Gempa Nasional (PGN) Jakarta.(Sumber BMKG)

Aipda Saiful Husni memberikan perawatan serta pengobatan kepada korban

 

Hingga berita ini di turunkan Tim Dokpol RS. Bhayangkara masih tetap akan memberikan bantuan berupa pengobatan dan perawatan, dan rencananya besok pagi Jam 04.00 WITA team dokpol akan kembali dan membawa peralatan serta obat obatan yang dibutuhkan. (H. M)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close