Fatalitas Laka Lantas Terus Ditekan Satuan Lalulintas Polres Lotim

KASAT LANTAS POLRES LOTIM AKP I MADE HENDRA S.I.K.

Wanasaba – Selong – Guna Menekan angka kecelakaan di wilayah Kabupaten Lombok Timur, Satuan Lalulintas Polres Lombok Timur lakukan sosialisasi keselamatan dalam berlalulintas (11/07/18).

Angka kecelakaan lalulintas di Semester I tahun 2018 memang menurun dibandingkan dengan tahun 2017, namun walaupun demikian, hal tersebut tidak membuat kami lega, kami inginkan angka kecelakaan di Kabupaten Lombok Timur benar – benar berkurang, bila perlu Zero dari laka lantas. “terang kasat Lantas Polres Lotim”.

Sosialisasi yang berlokasi di kecamatan Wanasaba  kali ini dipimpin langsung Kasat Lantas Polres Lotim, AKP I Made Hendra S.I.K., dikesempatan yang sama Hendra menjelaskan jalan raya Wanasaba, salah satu wilayah rawan kecelakaan. Termasuk di beberapa ruas jalan lainnya di Lotim. Sehingga sosialisasi keselamatan berlalu lintas di jalan raya penting terus dilakukan. Hal itu, guna menekan fatalitas angka lakalantas.
“Kami tekankan, semua masyarakat Lombok Timur, memenuhi kewajibannya dalam berlalu lintas. Terutama menyangkut penggunaan helm SNI, kelengkapan SIM dan STNK,” tegasnya.

Sosialisasi yang rutin dilakukan guna menekan angka kecelakaan yang terjadi. Sebab, angka kecelakaan di Lotim, dikatakannya masih lumayan tinggi. “Masyarakat yang hadir disetiap sosialisasi, kami bisa menjadi perpanjangan tangan pada keluarga, tetangga. Bahkan ke masyarakat lainnya,” terang mantan pasukan perdamaian ini, seraya berharap keterlibatan jajaran Polsek dan desa ikut gencar sosialisasi keselamatan berlalu lintas.

Untuk memberikan kemudahan pelayanan terhadap masyarakat, sejak lama Satuan Lalulintas Polres Lotim  menjalankan program pelayanan SIM keliling. Lokasinya sudah terjadwal seperti di Polsek dan tempat strategis lainnya. Sehingga masyarakat tak perlu lagi antre lama di kantor Satlantas. Masyarakat juga tak perlu takut dengan Polri, karena Polri adalah mitra masyarakat. Terutama selama di perjalanan, asalkan melengkapi diri dengan helm, SIM dan STNK.

“Untuk anak di bawah umur, termasuk anak sekolah yang belum memiliki SIM, mohon agar orang tuanya lebih peduli dengan mengantar anak-anak ke sekolah. Jangan memberikan anak-anak fasilitas sepeda motor, karena ini semata-mata untuk masa depan anak kita,” tegasnya.

Dalam waktu dekat di wilayah hukum Polres Lotim, Polri akan menerapkan denda maksimal. “Segera kita berlakukan denda maksimal. Tujuannya, menekan tingginya angka pelanggaran baik itu pelanggar pengendara maupun kekurangan kelengkapan kendaraan. “Ujar Kasat Lantas”.

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close