Polisi Periksa Saksi Lain Terkait Pengadaan Alat Peraga SMA/SMK 2017

Mataram – Setelah kasus pengadaan alat peraga SMA/SMK tahun 2017 ditingkatkan ke penyidikan, agenda berikutnya pemanggilan saksi–saksi lainnnya, diantaranya Kadis Dikbud ) Provinsi NTB, Drs.H. M Suruji.

Direskrimsus Polda NTB Kombes Pol. Syamsudin Baharudin, SH.,M.Si mengaku Kadis Dikbud belum pernah diperiksa ketika kasus dinaikkan ke penyidikan.

‘’Sampai saat ini belum (diperiksa). Tapi akan dipanggil. Pokoknya semua pihak yang berkaitan dengan kasus ini, kita panggil. Siapapun,’’ tegas Syamsudin Baharudin di Mapolda NTB, Rabu, 11 Juli 2018.

Ada sejumlah saksi yang harus dipanggil lagi oleh penyidik untuk dimintai keterangan pascakasus ini ditingkatkan ke penyidikan. Direskrimsus tak menampik, salah satu saksi penting itu adalah Kadis Dikbud. Penting menurutnya penyidik memanggil yang bersangkutan.

“Karena mungkin jabatannya KPA, tapi itu (jabatan) penyidik yang tahu,’’ ujarnya.

Tidak saja Kadis Dikbud, beberapa pejabat setempat juga akan diklarifikasi untuk memperkuat penyidikan. ‘’Itu pejabat pejabat yang akan diklarifikasi,’’ sebutnya.

Penyidikan terkait pengadaan alat peraga SMA/SMK ini untuk anggaran tahun 2017. Sesuai pengaduan awal masyarakat, untuk pengadaan marching band dan komputer, senilai Rp6 miliar lebih untuk dua item. Rekanan yang memenangkan tender juga sudah dimintai keterangan.

‘’Kalau rekanan sudah (diperiksa). Tapi mau diperiksa lagi atau bagaimana, penyidik yang atur nanti,’’ jelasnya.

Terkait pengadaan ini, pihak Polda NTB menerima laporan pada dugaan penyimpangan spek barang. Ada selisih antara spek dengan nilai pengadaan sehingga diduga merugikan negara. Selain itu, dalam materi laporan disebutkan komponen kelengkapan barang tidak sampai ke SMA dan SMK, jadi bahan melengkapi materi penyidikan.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close