Polisi Bidik Dugaan Korupsi Proyek Pengadaan Alkes RSUD Di Lombok Tengah

Praya – Unit Tindak Pidana Korupsi Satreskrim Polres Lombok Tengah, saat ini mulai membidik dugaan penyimpangan anggaran proyek tahun 2017, terkait pengadaan inkubator bayi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya, Lombok Tengah.

“Pemeriksaan empat orang perawat maupun Bidan di RSUD Praya ini untuk klarifikasi terkait dugaan penyimpangan alat kesehatan inkubator bayi,” ungkap Kanit Tipikor Polres Lombok Tengah IPTU Dervin, Senin (9/7),  usai melakukan pemeriksaan terhadap empat orang perawat dan bidan yang bertugas di RSUD Praya, pukul 10.00 Wita.

Dijelaskan, selain melakukan pemeriksaan terhadap empat orang perawat dan bidan, sebelumnya pihaknya juga telah memeriksaan Panitia Pembuat Kebijakan (PPK).

Dikatakan, penyelidikan dugaan kasus korupsi proyek inkubator bayi itu dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat. Pasalnya, dari lima unit inkubator bayi yang tersedia di RSUD Praya, hanya tiga unit yang dapat digunakan sedangkan dua unit lainnya rusak.

“Pemeriksaan saksi-saksi ini hanya untuk klarifikasi terkait keluhan dari masyarakat,” jelasnya.

Disinggung terkait nilai anggaran proyek itu, pihaknya belum mengetahui secara detail. Mengingat baru beberapa minggu ini pihaknya mendalami laporan masyarakat terkait proyek pengadaan tersebut.

“Nilai anggarannya saya kurang tahu. Yang jelas ini keluhan dari masyarakat ada dugaan peyimpangan,” ujarnya.

“Dalam waktu dekat juga, Direktur RSUD Praya pasti kita panggil untuk klarifikasi,” tutupnya.

Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Lombok Tengah L. Supriadi yang dikonfirmasi terkait kasus tersebut mengatakan, pihaknya sangat menyangkan terkait adanya dugaan penyimpangan dalam proyek tersebut.

“Saya sangat sayangkan, dan baru ini saya tahu alat itu rusak dan dikeluhkan oleh masyarakat. Kalau sudah ke ranah hukum, saya tidak mau komentari lebih jauh,” pungkasnya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close