Polisi Hentikan Penyelidikan Kasus Dugaan Korupsi Alkes

Polres Mataram
Polres Mataram

Mataram – Kasat Reskrim Polres Mataram, Ajun Komisaris Polisi Kiki Firmansyah, mengatakan penyelidikan terkait kasus dugaan korupsi alat kesehatan di kota Mataram dihentikan setelah pihaknya berkoordinasi dengan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Nusa Tenggara Barat terkait progres penanganannya.

“Dari hasil koordinasi kita dengan Polda NTB menyatakan penyelidikannya dihentikan,” kata Kiki Firmansyah di Mataram, NTB pada Kamis, 5 Juli 2018.

Pertimbangan kasusnya dihentikan setelah nominal angka kerugian negaranya dirilis dari hasil audit investigasi Tim BPKP NTB. Nominal angka yang muncul sebagai potensi kerugian negaranya mencapai Rp 195 juta.

Dengan munculnya nominal angka yang menjadi kerugian negara hanya demikian, Kiki mengatakan, pihak yang bermasalah kemudian diberikan tenggat waktu selama dua bulan untuk mengembalikan uang kerugian negara. Nantinya, uang tersebut akan langsung masuk ke kas negara.

“Kesempatan untuk mengembalikan kerugian negaranya ini sesuai dengan kebijakan Presiden. Makanya langsung disetor ke kas negara,” ujarnya.

Proyek pengadaan alkes yang tersebar di 11 puskesmas wilayah Kota Mataram ini berasal dari dana APBN 2014. Dengan nilai mencapai Rp 1 miliar, anggaran tersebut digunakan untuk membeli peralatan laboratorium puskesmas dan alat pemeriksaan gigi.

Namun di tahun 2015, pengadaannya dilaporkan ke Polres Mataram karena muncul dugaan alat kesehatan yang tersebar di 11 puskesmas wilayah Kota Mataram tersebut mangkrak atau tidak dapat digunakan sesuai kebutuhannya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close