Polres Mataram Usut Dugaan Penyimpangan Proyek Benih Cabai

kapolres mataram akbp muhammad

Mataram – Polres Mataram, saat ini tengah mengusut kasus dugaan penyimpangan dalam proyek pengadaan benih cabai senilai Rp 4 miliar yang dananya dibantu pemerintah pada tahun 2017.

Kapolres Mataram AKBP Muhammad mengatakan, pihaknya telah menerima laporan penyimpangan tersebut dari sekelompok masyarakat yang menduga telah terjadi permainan dalam proses pendistribusiannya.

“Memang polisi menerima laporan soal cabai, tapi sampai saat ini masih dipelajari, apakah ada unsur pelanggaran pidananya atau tidak,” kata Muhammad seperti dikutip dari media online Antara, Minggu (1/7).

Terkait dengan upaya tersebut, polisi telah melakukan pengumpulan bahan keterangan dan dokumen awal dari para pihak terkait, terutama Dinas Pertanian Kota Mataram yang berperan sebagai penyalurnya.

“Jadi, sifatnya masih meminta keterangan. Klarifikasi kepada sejumlah pihak terkait,” ujar dia.

Namun, sejauh ini, dia mengatakan tindak lanjut dari laporan tersebut belum menunjukkan titik terang adanya pelanggaran pidana.

“Mungkin pekan depan akan kami mulai lagi setelah pelaksanaan pilkada selesai,” ucapnya.

Berdasarkan informasi, pengadaan benih cabai tahun 2017 oleh Dinas Pertanian Kota Mataram bersumber dari dana bantuan sosial Kementerian Pertanian tahun anggaran 2017. Bantuannya diberikan kepada 16 kelompok tani yang terdaftar sebagai penerima bantuan.

Sebagai penerima, kelompok tani tidak langsung menerima bantuan dalam bentuk anggaran. Namun, anggaran sebesar Rp 4 miliar itu diterima oleh kelompok tani dalam bentuk paketan sesuai dengan luasan lahan yang sebelumnya telah diajukan.

Paket bantuan yang terdiri dari benih cabai, plastik mulsa dan pupuk organik dilaporkan tidak sesuai dengan kuota yang tertera dalam daftar penerima bantuan. Oleh karena itu, muncul indikasi pemotongan jatah oleh pihak penyalur hingga permainan jual–beli kuota.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close