Polres Mataram Gagalkan Penyelundupan Delapan Sepmor Bodong Dari Surabaya

Mataram – Sat Reskrim Polres Mataram berhasil membongkar kasus dugaan pencurian sepeda motor antar-pulau. Tercatat ada 8 Unit Sepeda Motor yang diduga merupakan hasil pencurian dari wilayah Surabaya (Jatim) diantarpulaukan dengan dimuat menggunakan sebuah truk BC Trans Bernomor Polisi EA 8555 S menuju Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB)

Truk Bima Cepat (BC Trans) yang berangkat dari Surabaya menuju Bima dicurigai membawa delapan unit sepeda motor yang disembunyikan di sela-sela tumpukan kardus Masako.

Namun dalam perjalanan, truk ini setelah keluar dari Pelabuhan Lembar diintai petugas Reserse. Tepat di wilayah Dasan Cermen, Sabtu (9/6/2018) pagi, truk tersebut akhirnya diberhentikan petugas Sat Reskrim Polres Mataram.

Kapolres Mataram, AKBP Muhammad saat memeriksa truk tersebut, Sabtu (9/6/2018) siang menegaskan, terbongkarnya kasus ini atas informasi masyarakat yang mencurigai truk BC Trans dilaporkan ada memuat 8 unit sepeda motor yang disembunyikan di balik ribuan kardus Masako. Kemudian kendaraan truk tersebut diberhentikan dan diperiksa.

“Ternyata benar, kita menemukan di atas muatan truk ada 8 unit motor berbagai merek, seperti Yamaha Mio, Honda Revo, Honda Vario dan Honda Beat. Semuanya berpelat nomor L atau dari Surabaya, yang rencananya akan dibawa ke Bima,” ujar Kapolres.

Modus operandi dari kasus ini, sopirnya sengaja menyembunyikan muatan sepeda motor di dalam truk untuk mengelabui petugas, meski upayanya sia-sia karena petugas berhasil menangkapnya.

Dari hasil pemeriksaan awal terhadap sopir truk Bima Cepat (BC Trans), Nurdin (38), warga Desa Bara, Kecamatan Woja Kabupaten Dompu, mengakui sebenarnya truk yang dikemudikannya hanya mengangkut Masako sebanyak 19 ribu dus. Tapi karena ada permintaan pengangkutan 8 unit sepeda motor dengan ongkos yang menjanjikan sebesar Rp 400.000 per unit, ia pun menyanggupinya.

“Barang tersebut Kamis dinaikkan di Cargo Mergo Mulyo Permai K 20 Surabaya. Biayanya untuk tambahan belanja lebaran,” beber Nurdin dengan nada polos.

Nurdin kepada penyidik juga memberikan nama pengirim dari delapan unit sepeda motor tersebut, yakni Mogaa dan Syam, warga Dompu yang diduga masih menumpang truk yang lain dengan membawa beberapa motor bodong, dan saat ini diperkirakan sudah menyeberang dari Pelabuhan Padang Bai, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat.

“Ada empat truk yang sudah lolos, dengan masing-masing membawa motor bodong dari Surabaya,” ungkapnya kepada penyidik.

Kapolres Mataram, AKBP Muhammad kembali menegaskan mendekati lebaran saat ini cukup rawan angkutan truk yang memuat sembako dari luar daerah. Salah satunya truk BC Trans, yang dilihat dari surat jalannya hanya memuat sembako penyedap rasa Masako. Tetapi semua ini hanya kamuflase.

“Karena itu, saya perintahkan petugas harus melakukan pemeriksaan dan pengawassan secara ketat,” pungkas Kapolres Mataram AKBP, Muhammad, SIK.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close