Unras Berujung Pemblokiran jalan, Wakapolres Bima “Seharusnya Tidak Perlu Sampai Seperti Itu”

Proses pembubaran blokir jalan yang dilakukan oleh anggota Polsek Belo

Belo – Sebuah aksi unjuk rasa telah terjadi di jalan lintas perbatasan ds. Soki dan ds. Lido kec. Belo kab. Bima pada hari Jum’at (11/5) yang dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli kec. Belo. Dalam aksi tersebut, sempat terjadi aksi pemblokiran jalan yang mengakibatkan aktivitas di jalan tersebut jadi terganggu.

Kejadian bermula massa yang berjumlah sekitar 50 orang yang dipimpin oleh sdra. Amiruddin menyampaikan orasi. Adapun orasi yang disampaikan sebagai berikut :

  1. Bebaskan 2 Mahasiswa a.n Abdul Halik dan Sulaiman warga ds. Lido kec. Belo kab. Bima yang ditahan dimako Polres Bima Kota atas tuntutan Bupati Bima.
  2. Meminta kepada pemerintah kab. Bima untuk segera membatalkan kebijakan impor bawang merah.
  3. Meminta kepada pemerintah kab. Bima untuk memproteksi petani bawang merah.
  4. Meminta kepada pemerintah kab. Bima segera memperbaiki jalan lintas Tente-Karumbu.

Tidak sampai disitu saja, massa pun memulai aksi blokir jalan dengan cara membuang batang pohon dan pembakaran ban bekas di tengah jalan sehingga menyebabkan lalu lintas di jalan tersebut terganggu dan mengakibatkan kemacetan.

Melihat hal tersebut, Kapolsek Belo Ipda I Kadek Sumertha, S.H bersama dengan anggota segera bergegas untuk membubarkan aksi blokir jalan tersebut, mulai dari pemberian himbauan kepada massa agar tidak melakukan aksi tersebut karena dapat menimbulkan aktivitas pengguna jalan tersebut jadi terhambat.

Akan tetapi himbauan yang diberikan oleh Kapolsek Belo tidak diindahkan oleh massa, sehingga Kapolsek Belo bersama anggota melakukan pembubaran paksa dengan membuang potongan-potongan batang pohon ke pinggir jalan agar jalan tersebut dapat digunakan kembali. Untungnya tidak ada perlawanan yang ditimbulkan dari massa.

Wakapolres Bima Kompol Abdi Mauluddin, S.Sos dalam kesempatannya mengatakan “sebenarnya aksi unjuk rasa tidak perlu berujung dengan aksi pemblokiran jalan, akan lebih baik jika masalah tersebut dirundingkan dengan cara kekeluargaan sehingga masalah yang ada bisa cepat ketemu solusinya.”

“saya berharap agar pemblokiran jalan ini tidak terulang kembali kedepannya, karena para pengguna jalan yang melintasi jalan tersebut jadi terhambat sehingga tidak bisa sampai tepat waktu ke tujuannya.” pungkasnya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close