Diduga Cabuli Anak SD, Oknum Penjaga Sekolah di Lombok Timur Ditangkap

Selong – Seorang oknum penjaga sekolah di SDN 2 Kabar Kecamatan Sakra Lombok Timur (Lotim), ZA (42) harus meringkuk di balik jeruji besi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pasalnya, ia diduga melakukan perbuatan cabul terhadap empat murid di SD tempatnya bekerja.

Dari informasi yang diterima Suara NTB, tindakan bejat pelaku terkuak setelah salah satu korban mengeluh rasa sakit pada buah dadanya kepada orang tuanya. Korban menceritakan jika rasa sakit yang dirasakannya itu setelah buah dadanya diremas oleh ZA yang tidak lain penjaga sekolahnya.

Mendengar cerita sang anak, orang tua korban, Hadi Jafar (41) langsung melaporkan kasus tersebut ke aparat berwajib. Hadi Jafar mengaku keberatan dan meminta supaya pelaku secepatnya ditangkap sebelum murid yang menjadi korban atas tindakan bejat pelaku bertambah. Termasuk untuk menghindari tindakan main hakim sendiri yang dilakukan oleh masyarakat sekitar.

Kasubag Humas Polres Lotim, Iptu. I Made Tista, membenarkan penangkapan oknum penjaga sekolah ini. Pelaku, katanya, sudah ditangkap pada, Selasa lalu. Pelaku dijerat dengan Pasal 82 undang–undang RI Nomor 35/2014 perubahan atas Undang–undang RI Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

Menurutnya, penangkapan terhadap pelaku saat pihaknya menerima laporan dari orang tua korban. Menurut korban, JP bahwa tindakan itu sudah dua kali dialaminya pada waktu yang berbeda.
Selain JP yang menjadi korban dari perbuatan Zaenal Abidin, terdapat tiga korban lainnya yang mengalami hal serupa. “Saat ini pelaku sudah kita amankan dan sedang dilakukan pengembangan lebih lanjut,” ujarnya. (yon)
Selong (Suara NTB) – Seorang oknum penjaga sekolah di SDN 2 Kabar Kecamatan Sakra Lombok Timur (Lotim), ZA (42) harus meringkuk di balik jeruji besi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pasalnya, ia diduga melakukan perbuatan cabul terhadap empat murid di SD tempatnya bekerja.

Dari informasi yang diterima, tindakan bejat pelaku terkuak setelah salah satu korban mengeluh rasa sakit pada buah dadanya kepada orang tuanya. Korban menceritakan jika rasa sakit yang dirasakannya itu setelah buah dadanya diremas oleh ZA yang tidak lain penjaga sekolahnya.

Mendengar cerita sang anak, orang tua korban, Hadi Jafar (41) langsung melaporkan kasus tersebut ke aparat berwajib. Hadi Jafar mengaku keberatan dan meminta supaya pelaku secepatnya ditangkap sebelum murid yang menjadi korban atas tindakan bejat pelaku bertambah. Termasuk untuk menghindari tindakan main hakim sendiri yang dilakukan oleh masyarakat sekitar.

Kasubag Humas Polres Lotim, Iptu. I Made Tista, membenarkan penangkapan oknum penjaga sekolah ini. Pelaku, katanya, sudah ditangkap pada, Selasa lalu. Pelaku dijerat dengan Pasal 82 undang–undang RI Nomor 35/2014 perubahan atas Undang–undang RI Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

Menurutnya, penangkapan terhadap pelaku saat pihaknya menerima laporan dari orang tua korban. Menurut korban, JP bahwa tindakan itu sudah dua kali dialaminya pada waktu yang berbeda.

Selain JP yang menjadi korban dari perbuatan Zaenal Abidin, terdapat tiga korban lainnya yang mengalami hal serupa. “Saat ini pelaku sudah kita amankan dan sedang dilakukan pengembangan lebih lanjut,” ujarnya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close