Pemilik Homestay Cabuli Bocah SD

Mataram – NK, laki–laki (22) melakukan pencabulan terhadap bocah perempuan berinial KJ (13) yang masih duduk di kelas 6 SD.

Menurut pengakuan pelaku NK, perbuatan pencabulan itu dilakukan di Homestay Kayu Putih miliknya yang terletak di Jalan Panji Anom, Pegutan, Kota Mataram.

“Kami melakukan perbuatan itu atas dasar suka sama suka. Tapi kami tidak pacaran,” ujar pelaku NK saat di interogasi di Mapolres Mataram, Kamis (12/4/2018) siang.

Perbuatan persetubuhan itu terkahir kali terjadi pada Jumat (6/4/2018) sekitar pukul 19.00 Wita bertempat di Homestay Kayu Putih Jalan Panji Anom, Pagutan, Kota Mataram.

Kapolres Mataram, AKBP Muhammad,SIK dalam keterangan pers, menegaskan, sebelum kejadian korban KJ dihubungi lewat WA untuk diajak ketemu di depan rumah pelaku NK di Jalan Raden Mas Panji Anom, Banjar Interan, Kelurahan Pagutan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.

KJ pun memenuhi ajakan pelaku NK. Dengan menggunakan sepeda motor masing–masing, korban NJ mengikuti pelaku NK dari belakang menuju Homestay. Tak berapa lama sampai di homestay, pelaku mengajak dan menarik tangan korban masuk kedalam kamar. Setelah mereka masuk, pelaku mengunci kamar.

“Disitulah terjadi perbuatan bejad pelaku menyetubuhi bocah kelas 6 SD tersebut,” ujar Kapolda Muhammad,SIK, didampingi Unit PPA Ipda Eka Dian Pertiwi,STK dan Kasubbag Humas, AKP I Made Arnawa, Kamis (12/4/2018) siang.

Meski masih duduk di kelas 6 SD, bocah korban pencabulan ini, jika dilihat dari badannyamemiliki keperawakan seperti orang dewasa.

Pelaku menyetubuhi korban sebanyak 6 kali dalam 2 bulan terakhir dan di tempat yang sama pula.

Perbuatan pelaku terakhir kali diketahui oleh paman korban. Saat itu pelaku dan korban dinterogasi kemudian, pelaku dilaporkan ke aparat Kepolisian.

Meski korban dan pelaku diduga sama–sama mau. Tetapi yang jelaspersetubuhan itu terjadi karena ada bujuk rayu dan paksaan sehingga korban mau melakukan perbuatan itu.

Polisi melakukan proses hukum, karena korban masih di bawah umur. Untuk itu Unit PPA Polres Mataram tetap akan melakukan proses penyelidikan atas kasus pencabulan ini. Sebab korban di ketahui masih dibawah umur.

Kini pelaku NK ditahan dan diproses di Polres Mataram. Sementara korban KJ masih dimintai keterangan di Unit PPA terutama mengembalikan kondisi psikis dari korban.

Kapolres, Muhammad,SIK menegaskan perbuatan pelaku dapat di jerat dengan Pasal 81 ayat (2) Jo Pasal 76D UU RI Nmomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlidungan Anak. Pelaku terancam hukuman 15 tahun penjara dengan denda Rp6 miliar.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close