Tinggal Menunggu Hasil Gelar Perkara

Lotim – Tersangka kasus proyek penataan wisata kawasan Pusuk Sembalun, Lombok Timur, tinggal menunggu hasil gelar perkara. Itu setelah perkiraan kerugian negara sebesar Rp280 juta telah keluar dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

’’Paling lambat minggu depan sudah ditetapkan tersangka kasus proyek Pusuk Sembalun itu, setelah kami melakukan gelar perkara,’’ kata Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP Joko Tamtomo, S.Ik kepada wartawan di kantornya, Selasa (10/4).

Diakuinya memang sebelumnya hasil audit BPKP kerugian negara sebesar Rp300 juta lebih, tapi setelah diturunkan tim ahli ke lapangan, ternyata mengalami pengurangan menjadi Rp280 juta.

Karena itu, pihaknya saat ini sedang menyusun pembuktian formil maupun non material yang akan dilakukan nanti pada saat gelar perkara. Hanya saja, salah seorang saksi yang mengetahui alur proyek itu sudah meninggal dunia. ‘’Tapi yang jelas, kasus proyek Pusuk Sembalun itu akan kami tuntaskan secepatnya dengan menetapkan tersangkanya,’’ ungkapnya.

Ketika ditanya apakah yang akan menjadi tersangka nanti adalah mantan Kadis Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Lotim, H Khairil Anwar yang saat ini menjabat sebagai Asisten III Setdakab Lotim, Kasat Reskrim tidak mau memberikan penjelasan secara detail. Yang jelas, kata dia, rekan-rekan media nanti akan mengetahui siapa yang akan menjadi tersangka. ‘’Tunggu saja ya, karena sekarang ini saya tidak mau membukannya dulu,’’ kata mantan Kasat Reskrim Polres Lobar ini.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close