Peristiwa Berdarah di Lahan Jagung, Terluka Ususnya Terburai

Peristiwa berdarah terjadi di lahan jagung wilayah Desa Sabedo, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa, Kamis (5/4). Seorang warga berinisial HM yang dikenal sebagai pedagang ternak diserang sekelompok orang tak dikenal. Akibatnya perutnya terluka dengan usus terburai. Korban langsung dilarikan ke rumah sakit dan kini dalam penanganan medis di Rumah Sakit Manambai Abdulkadir (RSMA). Belakangan 4 orang diamankan polisi karena diduga sebagai pelaku.

Kapolsek Utan, IPTU Hurfan yang dikonfirmasi media siang tadi, membenarkan adanya kasus penganiayaan tersebut. Awalnya ada sengketa tanah di lokasi tersebut yang masih dalam proses Pengadilan. Menurut informasi, pihak tergugat melaporkan ada pengrusakan kuburan Almarhum (suami tergugat). Pihak tergugat ini meminta polisi bisa mengungkap pelaku pengrusakan kuburan di lahan itu. Mereka menduga, hal ini dilakukan oleh lawan sengketanya. Laporan ini pun telah ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. Selain itu mendampingi pihak tergugat untuk memperbaiki kuburan tersebut. Setelah itu, pihak keluarga tergugat mencoba melakukan penyelidikan untuk memastikan siapa pelakunya. Kamis tadi pagi, sekitar pukul 06.00 Wita, seorang warga melihat ada seseorang yang kembali membongkar kuburan yang terbuat dari batu lepas tersebut. Melihat kejadian ini, saksi menyampaikan kejadian itu kepada warga lain. Melihat warga datang ke lokasi, pelaku kabur meninggalkan sepeda motor miliknya di lokasi. Warga kemudian mengamankan sepeda motor tersebut lalu diserahkan kepada pihak kepolisian. Beberapa jam kemudian sekelompok orang yang diduga rekan pelaku pembongkaran kuburan datang ke lahan jagung itu. Mereka dilengkapi senjata tajam. Kebetulan di sekitar lokasi tersebut ada korban HM yang kebetulan menjaga ternaknya. Tanpa basa-basi sekelompok orang ini menyerang korban.  “Korban tidak ada hubungan dengan tergugat yang menguasai lahan yang menjadi sengketa, apalagi dengan pelaku pembongkaran kuburan,” jelas Kapolsek Hurfan.

Mengetahui penyerangan itu, warga berdatangan untuk melakukan pembalasan. Namun berhasil diredam pihak Polsek yang diback-up jajaran kepolisian. Warga termasuk keluarga korban berharap polisi segera menangkap para pelakunya. “Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Polres untuk sama-sama menyelidiki kasus ini,” aku Hurfan—mantan Kapolsek Moyo Hilir ini. Secara terpisah, Kasat Reskrim Polres Sumbawa, AKP. Zacky Maghfur SIK yang dikonfirmasi terpisah, mengaku jika anggotanya bergerak cepat. Dalam waktu singkat, pihaknya mengamankan mobil yang melintas di depan Kantor Camat Badas. Sebab, pihaknya mendapatkan informasi dari Polsek Utan bahwa ada sebuah kendaraan yang penumpangnya diduga berada di lokasi penganiayaan. “Kami mengamankan 4 orang dan kini masih dilakukan pendalaman untuk memastikan terkait dan tidaknya mereka dengan kasus penganiayaan itu,” pungkasnya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close