Ditlantas Polda NTB Canangkan PAHALA untuk Maksimalkan Layanan di Pesisir dan Pulau Kecil

Untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat di pesisir dan pulau-pulau kecil di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), jajaran Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) mencanangkan program Pelayanan Bahari Lalulintas (PAHALA).

Direktur Lalu Lintas Polda NTB, Kombes Pol Arman Achdiat SIK MSi menjelaskan, saat ini program PAHALA sedang dalam masa pra launching, dan akan dimulai sebelum bulan Ramadhan tahun ini.

Program ini sendiri nantinya akan bekerjasama dengan pihak Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) NTB dan juga pihak Ditpolair Polda NTB.

“Kenapa program Bahari?, karena di NTB ini kan ada 280 pulau lebih. Dari jumlah itu yang terhuni ada 40 pulau lebih, di luar yang besar Lombok dan Sumbawa,” kata Arman, Selasa (3/4) di Mataram.

Provinsi NTB terdiri dari dua pulau besar, Lombok dan Sumbawa, dan memiliki 284 pulau kecil. Secara administratif, Provinsi NTB terbagi dalam 10 daerah Kabupaten dan Kota.

Luas daerah dengan penyebaran pulau-pulau kecil yang hampir merata di setiap Kabupaten, membuat jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda NTB bersama jajaran Satuan Lalu Lintas di tingkat Polres di 10 daerah Kabupaten dan Kota, harus bekerja ekstra dan membuat inovasi-inovasi agar pelayanan kepada masyarakat di seluruh wilayah NTB bisa terlaksana dengan baik.

Kombes Pol Arman Achdiat menjelaskan, inovasi mempermudah jangkauan pelayanan selama ini sudah dilakukan dengan membentuk unit Samsat keliling. Hanya saja, pola pelayanan mobile Samsat keliling ini baru bisa mengakomodir masyarakat di pinggir jalan atau di pinggiran perkotaan saja.

Sementara, untuk masyarakat di pesisir, pelabuhan laut, dan juga pulau kecil dan pulau-pulau terluar belum bisa terlayani, lantaran letak geografis yang sulit dijangkau.

“Oleh karena itu, melalui PAHALA ini, kami ingin mendorong dan memaksimalkan pelayanan pada masyarakat, terutama masyarakat di pesisir dan pulau-pulau ini,” kata Arman.

Arman memaparkan, secara teknis nantinya, program PAHALA akan menggunakan kapal milik Polair, di mana dalam kapal tersebut disertakan petugas Samsat, petugas Kepolisian Lalu Lintas, dan juga petugas dari Bapenda NTB.

Tim dalam program PAHALA ini akan melayani masyarakat di pulau-pulau itu, baik untuk pelayanan perpanjangan STNK dan juga perpanjangan SIM. Tim PAHALA ini, juga akan memberikan pendidikan masyarakat (Dikmas) tentang lalu lintas.

“Jadi dengan PAHALA ini, kami berupaya mengakomodir dan mempermudah masyarakat pesisir. Kita buat untuk mempermudah pelayanan, mempercepat pelayanan, dan jemput bola pada masyarakat agar masyarakat tidak dipersulit. Selain itu ada juga Dikmas agar masyarakat sadar pajak,” papar Arman.

Menurutnya, masyarakat di pesisir dan pulau-pulau kecil dan terluar, umumnya memang nelayan. Tapi di saat mereka ke darat untuk memasarkan hasil perikanannya tentu menggunakan kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor.

“Nelayan memang nggak pakai kendaraan, tapi saat pulang ke rumah dan ke pasar kan pakai kendaraan. Sebab bagi kami konsep jalan itu kan dari semua lapisan masyartakat pasti menggunakan, minimal roda dua,” katanya.

Ia mengatakan, selama program PAHALA dilakukan, jajaran Ditlantas Polda NTB akan menginformasikan pada masyarakat terkait jadwal waktu dan lokasi pelayanan ini akan dilakukan.

“Jadi biasanya pada saat akan kegiatan, kami akan imbau dan sampaikan bahwa tanggal sekian akan ada pelayanan. Kami akan datang dengan petugas Bapenda, dan juga diberikan informasi tentang dispilin lalulintas. Jadi itu tujuan utama PAHALA,” tukas Arman.

Bukan hanya pelayanan lalulintas, program PAHALA yang dicanangkan Ditlantas Polda NTB juga akan diisi dengan sejumlah program edukasi yang dibutuhkan bagi masyarakat pesisir dan pulau-pulau Kecil. Satu diantaranya, Tim PAHALA yang bertugas akan selalu menyertakan unit perpustakaan keliling.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close