Jaringan Curanmor Diringkus Polsek Manggelewa

Terduga jaringan Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) diringkus Timsus Polsek Manggelewa, Minggu, 1 April 2018 Pukul 4.50 Wita, mereka As (32) Am (35) dan Jh (42). Dari tangannya berhasil disita satu unit kendaraan hasil curian.

Kasubag Humas Polres Dompu, Iptu Suhatta, SH., mengatakan, penangkapan tiga orang jaringan curanmor tersebut buah tindak lanjut laporan masyarakat dengan LP/07/1/2018/Res Dompu/Sek Manggelewa tanggal 19 Januari 2018. “Penangkapan ini tindak lanjut laporan kehilangan dari masyarakat 19 Januari lalu,” kata Suhatta di ruang kerjanya.

Jaringan curanmor yang sudah meresahkan itu terungkap satu per satu setelah Am selaku penadah motor curian berhasil ditangkap, ia lantas membeberkan bahwa motor Vario yang dipakainya hasil tukar tambah dengan As warga setempat. Sehingga tak berselang lama As dibekuk timsus di rumahnya tanpa perlawanan.

Tak cukup disitu, di kediaman As yang diduga kuat sebagai pelaku utama ini polisi melakukan penggeledahan dan mendapati peralatan lengkap untuk melakukan aksi kejahatan, seperti 3 buah kunci T, 1 buah kikir, ‎1 buah kunci L, ‎STNK palsu, ‎kunci sepeda motor Vario curian dan 18 biji alat ketok mesin.

Pun tersangka As, lanjut Suhatta, juga membeberkan keberadaan tersangka lain yang berperan sebagai penyedia STNK palsu, yakni DD warga Dusun Madya Desa Kempo. “Sehingga anggota langsung melakukan penjemputan DD sekitar Pukul 6.06 Wita,” jelasnya.

Atas temuan barang bukti hasil dan alat yang dipakai para tersangka untuk berbuat jahat tersebut ketiganya langsung digiring ke Mapolsek Manggelewa untuk diproses lebih lanjut. Dan informasinya STNK palsu itu dibuat oleh Ww (28) mahasiswa asal Dusun Taa Desa Taa yang saat ini masih dalam pencarian polisi.

“Untuk sementara tiga orang itu sudah diamankan di Polsek Manggelewa, sementara Ww dalam penyelidikan angggota,” pungkasnya

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close