Razia Keselamatan Polres Lombok Tengah Minim Tilang

Praya – Mendekati massa berakhirnya Operasi Keselamatan Gatarin 2018 yang sudah dilaksanakan mulai 5 Maret lalu dan akan berakhir 25 Maret mendatang, Satlantas Polres Lombok Tengah tidak terlalu banyak melakukan penindakan kepada para pengguna jalan.

Hal itu bukan karena tidak adanya pelanggaran yang terjadi, hanya saja selama ini Satlantas Polres Lombok Tengah lebih mengutamakan pembinaan kepada masyarakat.

Berbagai cara dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut, diantaranya dengan mendatangi sekolah-sekolah maupun tempat-tempat keramaian.

Selain itu, apabila ditemukan ada yang melakukan pelanggaran secara kasatmata, terhadap hal itu pihak Satlantas hanya memberikan teguran.

“Kalau untuk tilang belum saya rekap jumlahnya tapi yang jelas tidak sampai ratusan, karena kita memang lebih menekankan pada teguran saja. Namun untuk lakalantas yang menyebabkan meninggal dunia ada satu orang, dan itu adalah anggota kita (Polisi, red),” ujar Kasatlantas Polres Lombok Tengah, AKP Suherdi, Jumat (23/3).

Menurut Suherdi, bentuk pelanggaran sama dengan pelanggaran yang sering terjadi, dimana banyak pengendara yang tidak menggunakan helm. Di sisi lain, ada juga yang masih tidak melengkapi diri dengan Surat Izin Mengemudi (SIM) maupun STNK.

“Yang jelas saat ini angka kesadaran masyarakat untuk keselamatan berlalulintas tergolong sudah tinggi. Namun kami dari aparat kepolisian akan terus melakukan sosialisasi, agar masyarakat tetap mematuhi peraturan yang ada,” jelasnya.

Lebih lanjut dia katakana, untuk sisa waktu yang tinggal dua hari pelaksanaan operasi ini, pihaknya akan melakukan tindakan kepada para pengendara yang kedapatan melakukan pelanggaran lalulintas, mengingat sudah dua pekan pihaknya lebih mengutamakan pendekatan dengan hanya melakukan teguran.

“Kita memang kalau untuk dua pekan dimanfaatkan untuk teguran dan sosialisasi. Baru kemudian kita lakukan penindakan pada pekan ketiga saat ini,” ungkapnya.

Pihaknya juga akan terus melakukan sosialisasi tentang betapa pentingnya melengkapi diri saat berkendara. Dalam hal ini pihaknya menyisir generasi muda terutama dari kalangan pelajar, mengingat di usia tersebut selain tidak memiliki SIM juga kondisi mental mereka masih labil, lebih-lebih dalam membawa kendaraan.

“Kita tetap bertekad untuk bagaimana memberikan kesadaran kepada masyarakat, agar ke depan dalam berkendara mereka mengedepankan keselamatan mereka,” pungkasnya seraya mengatakan slogan “Jadilah Pelopor Keselamatan dalam Berlalulintas”

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close