Polisi Ringkus Pencuri Kayu Hutan Di Lombok Tengah

Lombok Tengah – Anggota Unit Tipiter Satreskrim Polres Lombok Tengah, Selasa (20/3), berhasil meringkus diduga pelaku pembalakan liar kayu hutan di wilayah hukum Polres Lombok Tengah.

Kasatreskrim Polres Lombok Tengah AKP Rafles P. Girsan mengungkapkan, pelaku berinisial HM (21) warga Desa Aik Berik Kecamatan Batukliang Utara. Sedangkan satu pelaku inisial MZ (32) berhasil melarikan diri.

“Pelaku ditangkap saat membawa kayu hutan diduga hasil pembalakan liar di Jalan Raya Mantang-Sweta tepatnya di Dusun Dasan Cermen Desa Aik Darek Kecamatan Batukliang, pukul 05.30 Wita,” kata AKP Rafles, Selasa (20/3).

Selain menangkap pelaku, pihaknya juga berhasil mengamankan barang bukti kayu yang diduga hasil pembawakan liar, dan satu unit mobil pick up yang digunakan pelaku.

“Jumlah barang bukti yang diamankan sebanyak 40 lembar kayu mahoni yang sudah diolah dalam bentuk papan,” ujarnya.

Kejadian penangkapan terduga pelaku pembalakan liar kayu hutan itu terjadi saat anggota Unit Tipiter Polres Lombok Tengah dan Polhut, mendapat informasi dari masyarakat akan ada pengangkutan kayu hutan.

Anggota yang mendapatkan informasi langsung melakukan pengecekan ke lokasi sekitar pukul 05.20 Wita, dimana petugas melihat satu unit mobil carry pick up yang berisi kayu melintas di Jalan Raya Desa Benang Setokel.

Selanjutnya anggota melakukan pengejaran dan meminta pelaku untuk menghentikan mobilnya. Namun pelaku tidak mau dan malah tancap gas. Mobil pun melaju dengan kencang dan terguling.

“Mobil yang dibawa pelaku oleng dan terjatuh, sehingga pelaku berhasil ditangkap bersama barang bukti,” jelasnya.

Modus yang digunakan pelaku yakni membawa kayu hasil hutan itu menggunakan carry pick up yang disusun rapi. Kemudian ditutup menggunakan terpal dan di atas terpal dimuat pisang untuk mengelabui petugas.

“Atas perbuatannya pelaku dikenakan Pasal 83 ayat (1) huruf a, ‘Memuat, membongkar, mengeluarkan, mengangkut, menguasai, dan atau memiliki hasil penebangan di kawasan hutan tanpa izin’ dipidana dengan pidana paling lama lima tahun penjara, dengan denda paling sedikit Rp 500 juta,” pungkasnya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close