Polisi Buru Pencuri Baterai Tower Di Lombok Tengah

Lombok Tengah – Anggota Satreskrim Polres Lombok Tengah terus mendalami kasus pencurian baterai tower milik PT. Putra Mulya Telekomunikasi yang berada di Dusun Karang Daye Desa Penujak Kecamatan Praya Barat Lombok Tengah.

Diketahui, empat baterai tower milik provider yang bekerjasama dengan PT. XL itu raib digondol maling, Sabtu (17/3) pukul 05.00 Wita.

“Indentitas pelaku sudah dikantongi, dan saat ini masih kita buru,” ungkap Kasatreskrim Polres Lombok Tengah AKP Rafles P. Girsang di kantornya, Selasa (20/3).

Dijelaskan, berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan keterangan beberapa saksi, para pelaku menjalankan aksinya dengan cara memotong kawat pagar tower menggunakan gergaji besi.

Setelah itu mereka membuka box baterai menggunakan linggis, baru mereka bisa mengambil baterai tower tersebut.

“Yang mengambil baterai tower itu kita duga sekitar tiga orang, dan pelaku membawa hasil curian itu menggunakan mobil,” jelasnya.

Dikatakan, kejadian pencurian itu diketahui petugas kontrol PT. Putra Mulya Telekomunikasi Lombok Tengah Harmiyanto (37), warga Kelurahan Sasake Kecamatan Praya selaku pelapor, setelah dihubungi petugas Helpdesk yang berada di Malang Jawa Timur. Dimana operator Helpdesk menyampaikan kepada Harmiyanto bahwa alarm tower di Dusun Karang Daya berbunyi.

Setelah mendapatkan informasi itu, dia langsung menuju TKP dan menemukan box kotak baterai tower sudah raib. Korban pun langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

“Pelaku berhasil membawa baterai sebanyak empat buat,” ujarnya seraya menambahkan bahwa anggota langsung turun melakukan olah TKP dan pemeriksaan beberapa saksi.

Merek baterai yang hilang yakni Hoppeck Netpower 150 Bank, dan kejadian itu membuat PT. Putra Mulya Telekomunikasi mengalami kerugian sekitar Rp 14 juta.

“Kasus ini masih kita lakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku,” pungkasnya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close